Kasus Covid-19 Melonjak, TK-SMP di Kabupaten Tangerang Kembali Belajar Online Mulai Senin Hari Ini
Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menghentikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang TK dan SMP di daerahnya.
TRIBUNBANTEN.COM - Kasus positif Covid-19 di Tangerang Raya terus melonjak tiap harinya.
Dengan demikian, pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menghentikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang TK dan SMP di daerahnya.
Baik TK dan SMP negeri atau swasta di Kabupaten Tangerang akan melakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Tangerang Lewati Gelombang Delta, BOR Pasien Sudah 41,5 Persen
Sebelumnya, pemkab Tangerang telah melakukan monitoring dan evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang.
PTM kembali dihentikan sementara berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang.
Monitoring dan evaluasi itu menunjukkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini semakin meningkat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah dikutip dari Tribun Tangerang.
"Menyikapi peningkatan kasus Covid-19 tersebut, maka Pemkab Tangerang mulai besok Senin (7/2/2022), akan kembali memberlakukan proses belajar mengajar secara online untuk sementara," kata Syaifullah.
Selain itu, pada Minggu (27/1/2022) lalu, terdapat 13 sekolah masih melaksanakan PTM.
Baca juga: Pasien Covid-19 Meningkat, RLC Kota Tangerang Selatan Mulai Berlakukan Sistem Waiting List
Sekolah tersebut rencananya akan menggelar PTM terbatas setelah dilakukannya 3T (tracing, tracking dan treatment).
Namun, ada kebijakan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang , maka mereka akan mengikuti proses belajar dengan sistem PJJ.
Ketigabelas sekolah itu, terdiri atas 9 SD dan 4 SMP negeri dan swasta.
Sekolah-sekolah tersebut tidak dapat melakukan PTM sesuai yang sudah direncanakan sebelumnya.
"Hal ini karena ada peningkatan kasus Covid-19, sehingga sekolah-sekolah tersebut kembali PJJ sesuai dengan edaran Disdik Kabupaten Tangerang," ucapnya.
Baca juga: SMPN 30 Kota Tangerang Jadi Ruang Isolasi, Ada 230 Tempat Tidur Pasien, Efek Kasus Covid-19 Melonjak
Syaifullah menambahkan, dia belum mengetahui sampai kapan rencana pemberlakuan PJJ ini akan digelar di Kabupaten Tangerang.