Pasukan Putin Rebut PLTN Terbesar di Eropa Milik Ukraina yang Baru Terbakar Usai Serangan

Pasukan Putin Rebut PLTN Terbesar di eropa Milik Ukraina yang Baru Terbakar Usai Serangan

Editor: Ahmad Haris
AP PHOTO/EFREM LUKATSKY via Kompas.com
Tentara Ukraina berjalan melewati puing-puing truk militer yang terbakar di jalan di Kiev, Sabtu (26/2/2022). Pasukan Rusia menyerbu ke arah ibu kota Ukraina dan pertempuran jalanan pecah saat pejabat kota mendesak penduduk untuk berlindung. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasukan Putin dikabarkan berhasil menguasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar di Eropa milik Ukraina, pada Jumat (4/3/2022).

Militer Rusia sebelumnya bertempur dengan pasukan Ukraina, yang menyebabkan kebakaran dan kekhawatiran akan kecelakaan besar.

Regulator nuklir Ukraina mengatakan, bahwa kobaran api telah padam, dan tidak ada kebocoran radiasi yang terdeteksi.

Sedangkan para pekerja masih dapat bekerja di PLTN terbesar di Eropa tersebut.

Baca juga: Diserang Pasukan Rusia, PLTN Terbesar Eropa di Ukraina Terbakar

"Situs PLTN Zaporizhzhia telah direbut oleh pasukan militer Federasi Rusia," kata Inspektorat Pengaturan Nuklir Negara Ukraina, dalam sebuah pernyataan.

"Api dipadamkan oleh unit Layanan Darurat Negara Ukraina."

"Informasi tentang korban tewas dan luka tidak ada," ungkap Inspektorat Pengaturan Nuklir Negara Ukraina, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, pertempuran meletus antara pasukan invasi Rusia yang mendorong ke arah kota Zaporizhzhia dengan pembela Ukraina, menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik dan memicu alarm global.

PLTN Zaporizhzhia merupakan pembangkit listrik yang terletak di selatan Ukraina, di sungai Dnipro dan menghasilkan seperlima dari listrik Ukraina.

Setiap kebakaran di pembangkit nuklir, menghidupkan kembali kenangan bencana Chernobyl 1986 yang terjadi di Ukraina, yang menewaskan ratusan orang dan menyebarkan kontaminasi radioaktif ke barat di seluruh Eropa.

Dari enam reaktor di Zaporizhzhia, kata Inspektorat Pengaturan Nuklir Negara Ukraina, satu sedang beroperasi dan menghasilkan tenaga, satu telah dimatikan dan empat sedang didinginkan untuk mencegah panas berlebih.

Namun, regulator tidak mengatakan status masing-masing reaktor sebelum kebakaran.

Inspeksi di lokasi sedang dilakukan oleh staf Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Moskwa menggunakan "teror nuklir" dengan mempertaruhkan terulangnya bencana Chernobyl dan memohon para pemimpin dunia untuk mendukung Kiev.

"Tidak ada negara selain Rusia yang pernah menembaki unit tenaga nuklir," katanya dalam pesan video yang dirilis oleh kantornya.

Baca juga: Sepekan Perang Rusia vs Ukraina, Inilah Sejumlah Peristiwa Penting yang Terjadi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved