Breaking News:

Virus Corona

RI Menuju Endemi, Aturan Wajib Masker Segera Dicabut, Ini Penjelasan Kemenkes

Pemerintah Indonesia bersiap melakukan transisi dari pandemi menuju endemi Covid-19. Sebelum menuju endemi Covid-19 ada sejumlah indikator

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa TribunBali.com
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, menyarankan untuk menggunakan masker jenis N95 dan KN95 daripada masker kain atau masker jenis lain ditengah lonjakan kasus Omicron 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Indonesia bersiap melakukan transisi dari pandemi menuju endemi Covid-19.

Sebelum menuju endemi Covid-19 ada sejumlah indikator yang harus diperhatikan.

Yaitu, cakupan vaksinasi minimal 70 persen, kemudian ketepatan testing dan tracing.

Lalu laju penularan yang kita ukur dengan angka reproduksi kurang dari 1, dalam kurun waktu tertentu.

"Ini adalah beberapa hal yang menjadi indikator kita, dalam rangka menuju situasi endemi," kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers pada Selasa (7/3/2022).

Baca juga: Jual Beli Surat PCR Palsu di Bandara Soetta, Pelaku Akses Pedulilindungi, Polisi Periksa Kemenkes

Adapun protokol kesehatan, seperti memakai masker ditegaskan tak bakal ikut diperlonggar.

Sebab, sejauh ini, dia menilai, kebijakan relaksasi aturan tes Covid-19 syarat perjalanan hingga karantina sudah cukup ideal demi mencapai keseimbangan kesehatan dan ekonomi saat ini.

Selain itu, masyarakat masih diwajibkan mematuhi protokol kesehatan termasuk memakai masker.

Adapun terkait penggunaan masker nanti pihaknya akan melihat seperti apa.

"Kita tidak akan melakukan pelonggaran secara bersamaan, artinya pelonggaran aktivitas masyarakat ini yang kita kendorkan terlebih dahulu," ujarnya.

Hanya saja, dia tidak menutup kemungkinan pelonggaran protokol kesehatan bakal dilakukan jika situasi sudah jauh membaik.

Baca juga: Tangsel Lolos Selisih Waktu Pemberian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, Ini Catatan Kemenkes

Dia mencontohkan menjjaga jarak yang dulu diberlakukan saat salat berjamaah di masa Ramadhan, mungkin saja bisa dilonggarkan.

Menurut dia, pelonggaran protokol kesehatan itu kan bisa saja misalnya jaga jarak, misalnya pada kegiatan-kegiatan tertentu seperti aktivitas di tempat ibadah.

"Nah kita mau memasuki bulan Ramadhan, mungkin jaga jarak ini sudah tidak dijadikan menjadi salah satu indikator, sehingga kemudian jaga jarak ini mungkin sudah bisa dikurangi tetapi tetap misalnya dengan menggantikan semua jemaah harus membawa sajadah," tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved