Sering Bangun Malam untuk Kencing? Waspada, Kenali Penyebab dan Bahayanya

Sering buang air kecil di malam hari bukan hal biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan yang serius.

|
Editor: Ahmad Haris
Freepik
Ilustrasi. Sering buang air kecil di malam hari bukan hal biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan yang serius. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tribuners sering kencing di malam hari? Jangan dianggap hal sepele. 

Sensasi ingin buang air kecil atau kencing yang muncul tiba-tiba, atau yang dikenal dengan anyang-anyangan, sering dianggap gangguan ringan yang bisa diabaikan. 

Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal dari masalah kesehatan yang serius.

Baca juga: 3 Kebiasaan Buruk yang Memicu Terserang Stroke, Nomor 1 Banyak Dilakukan Kaum Adam

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut nokturia, yaitu ketika seseorang harus bangun lebih dari sekali di malam hari untuk buang air kecil

Gangguan ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut dr. Syifa Fauziah Fadhly, BMedSci, Sp.U, dokter spesialis urologi di Bethsaida Hospital Serang, nokturia bisa muncul karena berbagai faktor.

Gaya hidup menjadi salah satu penyebab umum, misalnya konsumsi kafein berlebihan, atau kebiasaan minum banyak air sebelum tidur. 

Selain itu, beberapa obat seperti furosemide yang sering digunakan pada pasien jantung, dapat meningkatkan produksi urine sehingga frekuensi buang air kecil bertambah. 

"Kondisi kesehatan tertentu juga bisa menjadi penyebab, termasuk diabetes yang membuat penderitanya lebih sering buang air kecil saat kadar gula darah tinggi, serta infeksi saluran kemih atau ISK yang terjadi ketika bakteri masuk dan menyebabkan peradangan pada kandung kemih," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Rabu (20/8/2025).

Tidak hanya itu, batu saluran kemih baik yang berada di ureter maupun kandung kemih, juga dapat memicu rasa nyeri dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kadang disertai kencing berpasir atau darah dalam urine. 

Pada pria usia lanjut, pembesaran prostat sering menjadi penyebab klasik nokturia.

Ketika aliran urine terhambat akibat prostat yang membesar, sisa urin menumpuk di kandung kemih sehingga frekuensi kencing meningkat, termasuk di malam hari. 

Beberapa pasien bahkan mengalami aliran urin yang lemah dan terputus-putus, membuat proses buang air kecil menjadi tidak nyaman.

Kondisi lain yang sering terabaikan adalah neurogenic bladder, gangguan berkemih akibat masalah saraf, seperti stroke, saraf kejepit, atau neuropati akibat diabetes. 

Pasien dengan kondisi ini bisa mengalami berbagai keluhan, mulai dari buang air kecil sangat sering, infeksi saluran kemih berulang, hingga kesulitan mengosongkan kandung kemih yang kadang mengharuskan penggunaan kateter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved