Cerita Penjual Bunga Makam di Kota Serang, Omset Melonjak Selama Ramadan dan Lebaran

Hayati (50), ibu tiga orang anak menceritakan pengalaman hidup. Hayati menjual bunga tabur tujuh rupa di Jalan Diponegoro Kota Serang.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Hayati pedagang bunga di Magersari Kota Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Hayati (50), ibu tiga orang anak menceritakan pengalaman hidup.

Hayati menjual bunga tabur tujuh rupa di Jalan Diponegoro Kota Serang.

Hayati mengaku sudah selama 30 tahun berjualan bunga.

Semula, Hayati berjualan bunga di kawasan Banten lama. Lalu, dia berjualan di Magersari.

"Tadinya jualan di Banten lama, sudah begitu rebutan tempat akhirnya pindah ke sini, ini juga mohon-mohon ke tukang parkir," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditmeui di lokasi, Jumat (25/3/2022).

Baca juga: Dari Jasa Cetak Sertifikat Vaksinasi Warga, Pemuda Lebak Ini Dapat Omset Rp 25 Juta

Dia mengungkapkan, untuk satu ikat plastik berisi campuran bunga 7 rupa dan irisan daun pandan dijual Rp 5 ribu.

Adapun untuk ukuran lebih dari satu ikat plasstik dijual Rp 15 ribu.

Campuran bunga tujuh rupa itu terdiri dari bunga kertas, kamboja, melati, sedap malam, daun pandan, mawar dan lainnnya.

Selama sehari pada Jumat dan Minggu, Hayati bisa menjual sampai 50 bungkus plastik berisi bunga.

Untung yang didapatkan Rp 100 ribu.

Namun, jika hari-hari biasa, bunganya hanya laku 2 bungkus saja.

"Hari-hari biasa paling sehari laku 2 bungkus," paparnya.

Biasanya pembeli bunga tujuh rupa di tempatnya digunakan untuk menabur bunga saat ada yang meninggal, khitanan, saweran, dan untuk mandi.

Menjelang ramadan pun, baisanya pembeli bunga ramai, Kata Hayati.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved