Ramadan 2022

Tips Mengendalikan Hawa Nafsu untuk Pasutri Selama Berpuasa di Bulan Ramadan

Inilah tips cara mengendalikan hawa nafsu untuk pasangan suami istri selama bulan puasa.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
Freepik.com
Ilustrasi - Sepasang tangan. 

Salah satu cara yang paling sederhana namun mungkin sulit dilakukan oleh beberapa orang adalah menghindari hal-hal yang dapat memicu timbulnya nafsu.

Jangan menonton tayangan-tayangan yang mengandung adegan seksual atau membaca buku yang memiliki cerita yang serupa.

Selain itu, hindari objek, latar, atau sosok tertentu yang berpotensi membangkitkan hasrat seksual Anda.

4. Dalami penyebab nafsu sulit dikontrol

Terkadang, ketidakmampuan dalam mengontrol nafsu seksual bisa jadi disebabkan oleh kondisi tertentu.

Tidak hanya saat bulan puasa, jika dalam keseharian merasa kesulitan untuk mengontrol gairah seksual, ada baiknya melakukan terapi dengan ahli untuk mengetahui akar permasalahan yang menyebabkannya.

Terapi juga dapat membantu mengetahui tujuan hidup secara umum. Dengan begitu, Anda dapat mulai fokus untuk mengejar tujuan tersebut, sehingga dapat merasa lebih mudah mengontrol diri.

5. Perbaiki hubungan dengan pasangan

Kehidupan seksual yang tidak baik dengan pasangan juga dapat membuat gairah seksual tidak tersalurkan dengan baik. Hal ini dapat membuat Anda sulit untuk mengontrol nafsu yang muncul.

Diskusikan dengan baik mengenai perasaan Anda maupun pasangan. Lakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mempererat kembali hubungan dengan pasangan.

6. Konsumsi makanan tertentu

Makanan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual disebut dengan aphrodisiac. Sebaliknya, ada juga jenis makanan yang dipercaya dapat menurunkan gairah seksual seseorang. Makanan tersebut disebut sebagai anaphrodisiac.

Beberapa jenis makanan anaphrodisiac di antaranya kedelai, tumbuhan akar manis, chasteberry, tanaman hop, dan selada liar. Meski begitu, bukan berarti Anda dapat mengonsumsinya secara bebas dan berlebihan.

7. Konsumsi obat

Apabila nafsu seks benar-benar tidak bisa dikontrol, mungkin ini saatnya Anda berkonsultasi ke dokter. Untuk mengendalikannya, dokter bisa meresepkan obat tertentu, seperti obat antidepresan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved