Sosok Brigjen Iwan Setiawan Danjen Kopassus Baru, Berhasil Kibarkan Merah Putih di Puncak Everest
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun menunjuk Brigjen Iwan Setiawan menggantikan Mayjen Widi sebagai Danjen Kopassus.
TRIBUNBANTEN.COM - Mayjen Widi Prasetijono menjabat sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro.
Sebelumnya, Widi menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun menunjuk Brigjen Iwan Setiawan jadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen Widi.
Sebelumnya, Iwan menjabat sebagai wakil asisten latihan Kasad Bidang Kerja Sama Militer sejak 13 September 2021.
Mengutip Kompas.com, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen Tatang Subarna mengatakan mutasi jabatan perwira tinggi di lingkungan TNI AD, di antaranya Danjen Kopassus, benar adanya.
Baca juga: HUT Ke-70 Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus Pimpin Pembagian 1.500 Paket Sembako di Banten
Siapakah sosok Brigjen Iwan Setiawan?
Inilah profil dan sosok Brigjen Iwan Setiawan yang akan menjadi orang nomor satu di Korps Baret Merah, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber:
1. Pernah Taklukkan Gunung Everest
Jenderal bintang satu tersebut disebut sebagai sosok yang menyukai tantangan.
Iwan Setiawan yang kala itu berpangkat Lettu menjadi pemimpin Tim Selatan dalam penaklukan Gunung Everest pada 1997.
Pendakian ke gunung tertinggi di dunia tersebut digagas oleh Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Dikutip dari hot.grid.id, Iwan Setiawan mengaku tak mengetahui apa itu Gunung Everest. Bahkan, ia tak memiliki pengalaman mendaki gunung.
"Saya pada saat itu belum tahu apa itu Mount Everest. Bayangkan, kita naik gunung aja belum pernah, terutama gunung es."
"Saat itu saya baru lulus komando, memang masih muda, fisiknya masih bagus. Kemudian ada seleksi untuk pendakian Mount Everest," kata Iwan Setiawan dalam video di channel youtube TNI AD.
Iwan mengatakan, bagi Kopassus, tugas adalah segalanya sekaligus merupakan salah satu kehormatan.
Hal tersebut juga berlaku bagi pasukan yang nantinya lolos untuk mengikuti Ekspedisi Everest tahun 1997.
Baca juga: Puluhan Personel Grup 1 Kopassus Diterjunkan Bantu Warga Terdampak Banjir di Serang
"Alhamdulillah saya menjadi salah satu perwira akademi militer yang lolos dan lulus ekspedisi Mount Everest itu," ujarnya.
Mengetahui dirinya lolos seleksi, Iwan Setiawan pun meminta izin untuk menikahi kekasihnya.
"Saya sebelum berangkat izin dengan Danjen Kopassus untuk menikah. Dan saya diizinkan sebelum berangkat (menikah dulu)," terangnya.
Iwan pun kemudian menceritakan halangan yang dihadapinya ketika mendaki gunung tertinggi di dunia itu.
"Saya baru berjalan 100 meter langsung muntah-muntah. Kaget dan memang tidak siap dengan cuaca dingin," terangnya.
Meski mengalami sakit di awal, Iwan pun tak menyerah karena merasa membawa mandat besar di pundaknya.
Baca juga: Profil Danjen Kopassus yang Baru, Brigjen Widi Prasetijono, Dandim Solo saat Jokowi Jadi Wali Kota
"Saya satu-satunya perwira Akmil yang memimpin. Tumpuan arah dari Pak Prabowo saat itu, termasuk negara, di mana saya bisa mengibarkan bendera merah putih," paparnya.
Dua hari kemudian, Iwan dan rombongan pun melanjutkan perjalanan. Tak seperti yang diharapkan, Iwan mengalami jatuh bangun.
"Saya terjatuh di ketinggian 8.500 m, begitu terjatuh saya terbayang istri saya sedang hamil besar. Saya berdoa untuk bisa selamat dan bisa kembali melihat istri saya melahirkan," tambahnya.
"Saya berhasil sampai Mount Everest kemudian saya di puncak itu kehabisan oksigen. Bayangkan nggak orang bisa hidup di ketinggian 8.500m dengan suhu minus 50 derajat?" ujarnya.
Berkat kekuatan doa, Iwan dan rombongan pun berhasil selamat dan mengibarkan Bendera Merah-Putih di Puncak Gunung Everest.
Baca juga: Resensi Buku Kopassus Untuk Indonesia-Profesionalisme Prajurit Kopassus, Kisah tak Terceritakan
"Begitu kembali, berhasil, saya dijemput sama 20 jenderal waktu itu kemudian kita menjadi orang Asia pertama."
"Kemudian dipanggil sama presiden, mendapatkan penghargaan berupa bintang," kata dia.
2. Riwayat Jabatan
Melansir tniad.mil.id, perjalanan karier Iwan Setiawan lebih banyak di Kopassus.
Masih dari wikipedia.org, Iwan Setiawan pernah bertugas di Danyon 22/Grup 2/Kopassus pada 2008.
Kemudian, ia berpindah tugas menjadi Wakil Komandan (Wadan) Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) selama 2012-2013.
Setahun kemudian, Iwan Setiawan mendapat tugas menjadi Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 22/Ota Manasa.
Baca juga: Komandan Grup 1 Kopassus Bersama Persit Bersilaturahmi ke Veteran Pejuang 45 di Banten
Iwan juga sempat dipindahtugaskan menjadi Komandan Pusdikpassus pada 2014-2015 dan Komandan Rindam (Danrindam) Jaya pada 2015-2016 lalu menjadi Komandan Resor Militer (Danrem) 052/Wijayakrama pada 2016-2018.
Iwan Setiawan lantas ditugaskan menjadi Perwira Menengah (Pamen) Detasemen Markas Besar AD Denma Mabesad selama dua tahun, yaitu 2018-2020 dalam rangka mengikuti Pendidikan Lemhannas.
Kemudian, dia dipindahkan sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja pada 2020-2021 yang berada di bawah naungan Kodam XVII/Cendrawasih.
3. Terima Kembali 2 Anggota KKB Papua
Saat menjabat sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja, Iwan Setiawan menerima dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua untuk kembali bergabung ke NKRI.
Dua anggota KKB Papua itu berikrar setia ke NJRI di aula Kodim 1709/Yawa.
Iwan Setiawan mengungkapkan, dua anggota KKB Papua tersebut menyerahkan 6 pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari 4 pucuk laras panjang, 2 pucuk laras pendek (pistol), 97 butir munisi, 1 buah HT, 4 lembar bendera bintang kejora dan beberapa dokumen.
Mereka tergerak untuk menyerah dan kembali ke NKRI setelah melihat keseriusan pemerintah Indonesia karena telah membangun Papua dan ditambah terlaksananya PON yang sangat megah.
"Sebenarnya mereka sudah begitu lama menyimpan senjata beserta amunisi ini, sebab mereka itu beranggapan Papua akan merdeka."
"Namun setelah melihat pembangunan dan penyelenggaraan PON di Papua, mereka yakin inilah yang benar bahwa papua sebenarnya dibawah bingkai NKRI," kata Brigjen Iwan, dilansir korem173-tniad.mil.id.
"Selain itu, penyerahan diri kedua simpatisan ini juga karena ingin mendapatkan kehidupan yang tenang dan tanpa dibayang-bayangi oleh kejaran aparat keamanan," tambahnya.
4. Biodata Brigjen Iwan Setiawan
Mengutip wikipedia.org, Iwan Setiawan lahir di Bandung, 16 Februari 1968.
Iwan Setiawan adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Iwan Setiawan menjabat sebagai Wakil Asisten Latihan (Waaslat) Kasad bidang Kerjasama Militer (Kermamil) sejak 13 September 2021, bertepatan dengan mutasi dan promosi yang dilakukan Panglima TNI saat itu, Marsekal Hadi Tjahjanto.
(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya) (Surya.co.id/Putra Dewangga Candra Seta) (Gridhot/Desy Kurniasari)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PROFIL Brigjen Iwan Setiawan, Sosok Danjen Kopassus Pilihan Panglima TNI, Penakluk Gunung Everest