Mulai Terungkap Motif sari Sang Ibu yang Tinggalkan 2 Balita di Depan Kawasan Pabrik di Cikande
Mulai Terungkap Motif sari Sang Ibu yang Tinggalkan 2 Balita di Depan Kawasan Pabrik di Cikande
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kasus penelataran balita oleh orang tuanya yang terjadi di depan PT CBS, di Kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (3/4/2022) mulai terungkap.
Diketahui, bahwa sang ibu dari kedua balita yang baru saja berusia 7 bulan dan 3 tahun ini, sudah beberapa kali menaruh anaknya di lokasi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Dedi Mirza mengatakan, ayah dari dua anak itu diketahui bekerja di PT CBS dan sudah dimintai keterangannya.
Baca juga: Pria yang Bunuh Istri dan Anaknya di Kragilan Ditahan di Polres Serang
Sedangkan terkait indentitas ayah korban, memang ada keturunan China, tetapi sudah berstatus WNI.
Menurut AKP Dedi Mirza, pertemuan dengan ibu kedua balita tersebut pun sudah dilakukan.
Untuk hasil dari pemeriksaan, ia mengaku telah melakukan secara berulang, dengan harapan orang tua (ayah) yang bekerja di PT CBS, harapan ibunya ini agar dinafkahi.
"Indikasinya si ibu dua balita itu sudah sering mendatangi bapak biologisnya, dengan tujuannya untuk minta uang biaya anaknya. Kalau enggak dikasih, ditaruh di depan, ditinggalkan (di PT CBS). Kalau nanti dikasih uangnya, dijemput lagi," katanya, Senin (12/4/2022).
Penyidik masih belum menaikan kasus ini ke tahap penyidikan, karena masih dilihat dari kronologi kasus yang terjadi.
"Karena kalau yang penelataran, dapat dilihat dari niat pelaku yang ingin lepas tanggung jawab sebagai wali orang tua," katanya.
Sedangkan yang bersangkutan, kata Dedi, bukan ingin lepas, akan tetapi karena dia tahu ayahnya ada di PT CBS tersebut.
Baca juga: Tak Terima Bagian Sensitif Anaknya Ditendang, Emak-emak Ngamuk Pakai Toa Masjid: Siapa Pelakunya?
Maka ia dengan senggaja menaruh anaknya di lokasi tersebut, dengan harapan agar sang ayah dapat menafkahi kedua anaknya.
"Jadi nanti kami butuh pendalam dengan ahli juga, apakah bentuk kasus seperti ini bisa dikategorikan penelantaran atau tidak," katanya.
Ia juga mengatakan, akan mengecek kejiwaan dari sang ibu, sedangkan untuk perbuatannya belum dapat dipastikan.