PLN Mulai Operasikan Transmisi Tulang Punggung Kelistrikan Jawa-Bali Sepanjang 1.181 Kms
Pembangunan transmisi yang melintasi 20 kota dan kabupaten serta 358 desa itu disebut sebagai Backbone 599 kV Java Project.
Ia berharap kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan ini akan semakin menarik investor sehingga akan menggerakkan roda perekonomian nasional.
Baca juga: Kesuksesan Transisi Energi PLN Berada di Pundak Pegawai Milenial, Didukung Penuh Menteri BUMN
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Djarot Hutabri EBS, mengatakan tantangan dan kendala selama proses pembangunan tidak mungkin dihindarkan.
Tantangan dan kendala itu mulai dari lokasi pekerjaan yang menantang, permasalahan teknis, hingga permasalahan sosial harus terus dihadapi.
Bahkan, dalam tiga tahun ke belakang juga ditambah dengan kondisi pandemi nasional yang mengharuskan pembatasan aktivitas.
Namun, hal-hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pejuang kelistrikan untuk menghadirkan listrik yang berkualitas bagi masyarakat.
Penerapan standar K3 dan juga protokol kesehatan yang ketat harus terus dijalankan demi keselamatan seluruh pekerja.
Tak hanya itu.
Baca juga: Keluarga dari Pejuang Kelistrikan yang Gugur karena Covid-19 Dapat Beasiswa dari PLN UID Banten
Penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan para stakeholder juga menjadi kunci keberhasilan proyek strategis ini.
“Kami sangat mengapresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang dijalankan dengan seluruh stakeholder mulai dari instansi pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, TNI dan Polri, Kejaksaan, KPK dan stakeholder lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” ucap Djarot.
Dia memastikan PLN secara konsisten akan terus memberikan kontribusi terbaik terhadap perekonomian daerah dengan menggunakan tenaga lokal untuk sebagian pekerjaannya hingga 4.978 tenaga lokal.
Selain itu, dukungan kepada masyarakat juga diberikan melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan seperti perbaikan infrastruktur desa serta pembinaan masyarakat dalam mengelola potensi desa.