Banten Tertinggi Tingkat Pengangguran, PJ Gubernur Minta Pengusaha Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, meminta pengusaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal asal Banten.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun Pontianak
Ilustrasi pengangguran meningkat 

TRIBUNBANTEN.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, meminta pengusaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal asal Banten.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten.

"Peraturan perundang-undangan bahwa menggunakan saudara di sekitar menjadi keharusan," ujarnya

Baca juga: UPDATE Covid-19 16 Mei: Tambah 15 Kasus di Banten

Provinsi Banten menempati posisi teratas dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terbanyak dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

TPT merupakan indikator yang digunakan untuk menghitung persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.

Pengangguran merupakan sebutan untuk penduduk usia kerja berumur 15 tahun atau lebih yang tidak mempunyai pekerjaan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Banten sebesar 8,53 persen, turun dari Februari 2021 yang mencapai 9,01 persen.

Namun, masih lebih tinggi dibanding Februari 2020 sebesar 7,99 persen.

Pada Februari tahun lalu, Banten menempati peringkat kedua provinsi dengan TPT tertinggi setelah Kepulauan Riau.

Menurut Al Muktabar mengatakan, persoalan pengangguran menjadi hal klasik.

Dia menilai Banten kini menjadi daerah untuk mengadu nasib para pendatang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia untuk mencari pekerjaan.

Meski begitu, Pemprov Banten berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran tersebut dengan berbagai strategi dan program yang akan dilakukan.

"Meskipun itu klasik, selalu mediskusikan basis data. Banten itu area saudara kita se indonesia mengadu nasib mencari pekerjaan. Ada beberapa dari mereka saat mendapatkan pekerjaan tidak melapor lagi sudah bekerja," kata dia.

Saat ini, Muktabar menyebut bahwa 40 persen pembiayaan APBD Provinsi Banten untuk dibelanjakan produk lokal melalui UMKM.

Baca juga: Usai Gerak Manusia Dibatasi Saat Pandemi, Kini Giliran Hewan Ternak Diperketat Masuk Banten

Hal itu, kata Muktabar, akan berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan baru dari sektor UMKM.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved