Dindik Cilegon Awasi Aktivitas PTM 100 Persen, Cegah Hepatitis Akut

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon meningkatkan pengawasan untuk mencegah penyakit menular hepatitis akut misterius.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Glery Lazuardi
Tribun Bali
Ilustrasi hepatitis akut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, kasus hepatitis akut misterius yang ada di ibu kota ternyata tak hanya menyerang anak-anak 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon meningkatkan pengawasan untuk mencegah penyakit menular hepatitis akut misterius.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, pengawasan secara ketat ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan Pemkot Cilegon untuk penyakit hepatitis akut yang menyerang anak.

“Insya Allah di Cilegon belum ada yang terjangkit hepatitis akut ini. Semoga PTM 100 persen di Cilegon bisa berjalan baik,” kata Heni kepada TribunBanten.com usai memantau Ujian Akhir Sekolah (UAS) 2022 di SD Kedaleman IV, Kecamatan Cibeber, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Dinkes Lebak: Usia di Bawah 16 Tahun Rentan Terpapar Hepatitis Akut, Bawa ke RS Jika ada Gejala

Menurut Heni, salah satu upaya yang dilakukan guna mencegah kemunculan penyakit hepatitis akut meminta pihak sekolah untuk memantau kantin sekolah untuk tetap menjaga kesehatan.

"Seperti menutup semua makanan dengan menggunakan pelastik serta menggunakan alat pencapit makanan," ucapnya.

Ia menegaskan pemantauan kantin sekolah harus secara ketat yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Heni mengaku hingga saat ini belum ada jadwal pemantauan makanan di kantin-kantin sekolah. Mengigat, siswa kelas 1-5 tengah melakukan pembelajaran secara daring.

“Belum ada jadwal pemantauan makanan di kantin sekolah karena sekarang masih belajar daring di kelas 1 hingga kelas 5. Kemungkinan, nanti Dindik, Dinkes dan BPOM akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah," ucapnya.

Heni mengimbau anak-anak tetap menjaga prokes sekalipun di Cilegon belum ada suspek ini.

"Jikalau ditemukan ada anak yang terserang penyakit menular ini, otomatis kami (Dindik) akan evaluasi PTM 100 ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menjelaskan, penularan hepatitis terjadi melalui air liur dan juga wadah makanan, baik piring, sendok, maupun gelas.

Oleh karena itu, para orang tua diminta memberikan pemahaman kepada anak-anaknya untuk tidak bertukar tempat makanan, seperti sendok atau gelas, yang telah dipakai.

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius, Dinkes Kabupaten Serang: Belum Ada Laporan

"Hepatitis akut ini menyerang anak-anak usia di bawah 16 tahun. Bagi anak-anak sekolah untuk berhati-hati menggunakan wadah makan dan minum karena penularan itu dari air liur," ucapnya.

Kata Ratih, kasus hepatitis akut misterius belum ditemukan di Kota Cilegon. Ia berharap, Kota Cilegon tidak ditemukan kasus penyakit menular ini.

“Kita berharap Cilegon tidak ada penyakit seperti ini. Saya juga mengimbau agar seluruh orang tua tetap mengawai anak-anaknya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved