Kadistan Kabupaten Serang: Kondisi Ternak Terinfeksi PMK Mulai Membaik
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengumumkan kondisi terkini ternak yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengumumkan kondisi terkini ternak yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurut dia, sebanyak tiga ekor sapi dan satu ekor kerbau yang dinyatakan positif terserang PMK kini mulai dinyatakan membaik.
Sampai saat ini, kata dia, belum ada penambahan laporan hewan ternak yang terinfeksi PMK.
"Belum ada kasus mengarah ke PMK, yang sebelumnya juga sudah mulai membaik setelah diberi obat dan vitamin," kata Zaldi Dhuhana, saat ditemui di Distan Kabupaten Serang, Selasa (31/5/2022).
Baca juga: 42 Kasus PMK Ditemukan di Empat Wilayah, Pemprov Banten Buka Posko Crisis Center
Berdasarkan data terakhir, sebanyak tiga ekor sapi dan satu ekor kerbau dinyatakan positif yang berada di Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.
Meski kondisi ternak sudah membaik, namun petugas unit reaksi cepat (URC) PMK akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi ternak benar-benar membaik.
Namun, jika gejalanya semakin parah dan sudah tidak dapat terobati maka harus dilakukan pemusnahan dengan cara memotongnya. Guna cegah penyebaran PMK.
"Kita juga sudah mengajuka ke ibu bupati untuk ada dana penanganan terkait PMK ini," ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada para pemilik hewan ternak untuk melapor kepada petugas URC jika hewan miliknya mulai timbul gejala yang mengarah pada PMK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-pengecekan-hewan-ternak.jpg)