Harga Cabai Setan di Banten Makin 'Kesetanan': Rp 100 Ribu per Kg
Harga cabai merah setan di Pasar Induk Rau Kota Serang Rp 100 ribu per kilogram. Sejumlah penjual tidak menjual cabai merah setan karena harga mahal
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Harga cabai merah setan di Pasar Induk Rau Kota Serang Rp 100 ribu per kilogram.
Sejumlah penjual tidak menjual cabai merah setan karena harganya mahal.
Sementara itu, pembeli tidak berminat untuk membeli karena harganya mahal.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Banten Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com, terlihat hanya beberapa pedagang yang menjual cabai merah setan.
Pedagang bernama Piah (30) di Pasar Rau Blok M mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi sejak satu minggu yang lalu.
"Semingguan naiknya, sejak naik itu udah engga jual cabe merah setan," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditemui di pasar, Rabu (8/6/2022).
Saat ini, Piah hanya menjual cabai tewe, cabai keriting merah, dan cabai putih.
Harga cabai tewe Rp 80 ribu perkilogram, sebelumnya Rp 30 sampai Rp 35 ribu rupiah.
Cabai putih perikilogram Rp 60 ribu.
"Engga nyediain cabe setan merah karena mahal," ungkapnya.
Kata Piah, biasanya para pembeli membeli 5 kilogram cabai, namun sejak harganya mahal, daya beli masyarakat menjadi berkurang menjadi hanya satu kilogram saja.
"Biasa beli 5 kilo jadi sekilo," katanya.
Harga cabai rawit hijau pun naik menjadi Rp 100 ribu rupiah perkilogram.
Bawang merah Rp 60 ribu satu kilogram.
Tomat Rp 16 ribu rupiah perkilogram, sebelumnya Rp 5 sampai 6 ribu rupiah.
Untuk sayuran kol, Rp 15 ribu perkilogram, biasanya Rp 6 sampai 7 ribu rupiah perkilo.
Kenaikan harga bahan pokok membuat pedagang mengelur karena pendapatan berkurang.
Dia menginginkan agar harga cabai dan bahan pokok lainnya kembali normal.
"inginnya harganya normal lagi, karena berkurang pendapatannya," tuturnya.
"Pasokan ada tapi harga mahal," sambungnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Harga Cabai di Pasar Rangkasbitung Rp 100.000/Kg, Penjual Diprotes Emak-emak
Pembeli bernama Anah bercerita terkait kenaikan harga bahan pokok.
Dia terpaksa mengirit pembelian bahan masakan dapur karena serba mahal.
Disatu sisi, Anah juga berjualan bakso.
"Kalo bakso engga pedes kurang enak," katanya.
Pedagang bahan pokok dan sayuran lainnya bernama Royani (32) mengeluhkan hal yang sama.
Perhari biasanya dia menjual 50 kilogram cabai, namun saat ini hanya bisa menjual 10 kiloram cabai saja.
Royani mengaku bingung jika kenaikan harga bahan pokok terus terjadi.
"Bingung kasian yang di rumah," katanya.
Cabe setan di tempatnya dijual Rp 100 ribu perkilogram.
Baca juga: Azizah Biasanya Beli Satu Kg, Kini Hanya Setengah, Ini Harga Cabai dan Telur Ayam di Pasar Ciruas
"Sekarngmah lagi engga jual dulu, jualnya yang cabai rawit hijau," katanya.
"Biasanya setok 50 kilo cabe perhari abis, kalo sekarang cuman 10 kilo kadang engga abis," kata Royani.
Untuk sepermpat cabai hijau harganya Rp 20 ribu rupiah.
"Satu ons Rp 10 ribu, jarang ada yang beli se ons," katanya.
Kata Royani, daya jual yang stabil ada di sayuran jenis sawi, perkilogram Rp 15 ribu rupiah.
Bahkan kata Royani tepung terigupun sudah naik, bahkan harga mie ayam ikut naik dari Rp 12 ribu rupiah untuk satu porsi, saat ini menjadi Rp 13 ribu rupiah.
Baca juga: Cabai Rawit Merah Rp 70 Ribu Per Kg di Pasar Kranggot, Pedagang: Ini Mah Pindah Harga
Royani kewalahan saat menjual bahan pokok, jika harganya mahal, hawatir tidak ada pembeli.
"Kalo barang mahal engga ada yang beli," jelasnya.
Seorang pembeli yang tidak ingin disebutkan namanya mengenakan pakaian dan kerudung serba hitam.
Perempuan itu mengaku pusing lantaran semua makanan ikut naik.
"jajanan anak pada naik, bahan pokok naik," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-sembako-di-pasar-induk-rau-kota-serang.jpg)