Breaking News:

Komnas PA Sebut Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyebut kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Serang sekarang ini masih tinggi

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ( Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyebut kasus kejahatan terhadap anak di Kabupaten Serang sekarang ini masih tinggi.

Hal itu disampaikan Aris saat menghadiri pelantikan pengurus lembaga perlindungan anak ( LPA) Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (9/6/2022).

"Dari fakta yang didapat, sekitar 52 persen didominasi kejahatan seksul yang basisnya di desa," katanya.

Menurut Aris, kasus kekerasan anak terjadi karena berbagai hal. Mulai dari faktor kemiskinan, pendidikan, hingga media sosial.

Baca juga: ALLAHU AKBAR! Luapan Hati Atalia Praratya Jasad Emmeril Kahn Mumtadz Ditemukan, Ungkap Hasil Tes DNA

Selain kasus kejahatan seksual, kasus trafficking dan perbudakan sek juga masih banyak ditemukan di Kabupaten Serang.

"Jadi banyak pelanggaran terhadap anak, termasuk penelantaran, pengabaian hak anak, hak atas pendidikan, hak atas bermain dan termasuk anak anak korban kekerasan seksual yang dilakukan orang terdekat,” katanya.

Dengan masih tingginya kasus kejahatan terhadap anak, Arist berharap kepada LPA Kabupaten Serang agar bisa bekerja dengan bermitra kepada pemerintah, tokoh masyarakat, anggota legislatif dan stakeholder.

Sehingga bisa mereduksi kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Serang.

Arist pun meminta kepada LPA Kabupaten Serang agar bagaimana mengajak masyarakat desa untuk membangun gerakan perlindungan anak berbasis keluarga dan kampung.

“Jadi masing masing kampung harus dibentuk satgas, untuk memberikan perhatian terhadap perkembangan perilaku anak, perilaku orang tua di desa itu. Harapannya gerakan ini diintegrasikan dengan program pedesaan,” tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved