Ini Kebimbangan Ridwan Kamil Setelah Memandikan Jenazah Eril, Langsung Konsultasi kepada Ulama

Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz telah ditemukan, Ridwan Kamil bertanya kepada ulama sebelum mengadzankan almarhum Eril.

Editor: Vega Dhini
Twitter/@Park_Gu_Ryu/Instagram/emmerilkhan
Video momen haru Ridwan Kamil lantunkan azan untuk Eril di pinggir Sungai Aare. 

Menurut penjelasan Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei, meski keluarga dan kerabat sudah menggelar sholat gaib, salat jenazah Eril tetap harus dilakukan jika jasad telah ditemukan.

Innalillahi wainna ilaihi roji'un, Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) telah menyatakan anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril meninggal dunia.
Innalillahi wainna ilaihi roji'un, Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) telah menyatakan anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril meninggal dunia. (Istimewa/Instagram @emmerilkahn)

Baca juga: Menyayat Hati! Ini Rencana Eril Setahun Sebelum Meninggal, Sosok Pria Kebanggaan Keluarga

Baca juga: Masya Allah! Ridwan Kamil Bersyukur Jasad Eril Dilindungi dari Bahaya di Sungai Aare: Mukjizat Kecil

Baca juga: Ikut Cari Eril di Sungai Aare, Kecurigaan Bayu Wiro Terbukti saat Jasad Putra Ridwan Kamil Ditemukan

Baca juga: Ridwan Kamil Lihat Kondisi Eril: Jasadnya Masih Utuh, Wangi Seperti Daun Eucalyptus

Rahmat menuturkan, selain salat jenazah, jasad yang ditemukan juga harus dimandikan sesuai dengan syariat Islam.

Dengan catatan kondisi jenazah masih baik.

"Kalau kondisinya memungkinkan, maka dimandikan seperti jenazah biasa."

"Kalau tidak, dialirkan air saja," katanya.

Tuntunan yang sama juga datang dari KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan cucu pendiri Nahdlatul Uama (NU), KH Ghozi Wahab Hasbullah.

Aa Gym mengatakan salat jenazah harus dilakukan setelah jenazah Eril ditemukan. 

"Saat ini kita minta petunjuk dari Allah terus."

"Supaya diberikan yang terbaik."

"Andaipun sudah ada Informasi, bila ada jenazah, maka salatnya dilakukan sebagaimana dengan ada jenazah," tuturnya.

KH Ghozi Wahab menambahkan, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril meninggal secara syahid karena itu jenazahnya harus diperlakukan sesuai tuntunan syariat.

"Karena Eril itu milik Allah. Dan meninggalnya pun syahid. Syahid ukhrawi."

"Orang yang tenggelam syahid ukhrawi. Harus dimandikan, harus dikafani, disalati, kalau bisa," katanya

Ghozi menerangkan syahid jihad berbeda dengan syahid ukhrawi.

Orang yang meninggal secara syahid jihad dilarang untuk dimandikan, disalati dan ganti pakaian, atau langsung dimakamkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved