Pergerakan Tanah di Lebak, Warga Kehilangan Usaha Pabrik Tahu: Nganggur Total!

Sejumlah warga kehilangan mata pencaharian akibat dampak dari pergerakan tanah di Kabupaten Lebak, Banten.

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
Nurandi
Pabrik tahu milik Karman yang rusak terdampak bencana pergerakan tanah, Selasa (14/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sejumlah warga kehilangan mata pencaharian akibat dampak dari pergerakan tanah di Kabupaten Lebak, Banten.

Salah satu di antaranya yang mengalami adalah Karman. Karman harus merelakan pabrik tahu miliknya ambruk.

Kini, lokasi yang menjadi mata pencaharian bersama tiga karyawannya itu hanya tersisa puing dan pondasi saja.

Rumah produksi tahu miliknya yang biasa memproduksi 1 kintal kacang kedelai setiap hari, saat ini harus ambruk terdampak bencana pergerakan tanah.

"Setiap hari kalau lagi produksi keuntungannya bisa mencapai Rp 2.000.000, dari penjualan tahu," katanya saat berada di pabrik tahu miliknya yang rusak, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: Bencana Pergeseran Tanah di Lebak: Empat Rumah Warga Alami Rusak Berat, 11 KK Diungsikan

Keadaan pabrik tahu milik Karman saat ini, total tidak ada yang tersisa dari peralatan banyak yang rusak, akibat tertimpa atap dan puing bangunan.

Dari pantauan TribunBanten.com hanya terlihat wadah dan drum dari sisa peralatan pabrik tahu miliknya.

Ada juga beberapa sisa bata merah bekas bangunan pabrik tahu yang ambruk, yang ia rapihkan untuk di gunakan kembali.

Karman menyebutkan bahwa saat dirinya tidak bekerja dan untuk sementara waktu ikut ngungsi bersama kedua orang tuanya.

"Jadi sekarang nganggur total, pabrik tahu gak berjalan rumah gak bisa dipakai," ujarnya.

Sebelumnya pabrik tahu miliknya sempat tidak berjalan pada bulan Januari 2022 lalu, karena bangunan sudah mengalami kerusakan.

Dari pabrik tahu omzet yang di dapat Karman, bisa mencapai Rp 5.000.000 perbulanya.

Namun ketika bencana pergerakan tanah datang kembali untuk kedua kalinya, dirinya total saat ini tidak mempunyai pekerjaan.

"Jadi saat kejadian di bulan Januari, Pabrik Tahu tak beroperasi, untuk sekarang total berhenti" ujar Karman.

Baca juga: Diduga Tak Kuat Nanjak, Sebuah Mobil Terperosok di Irigasi Dekat Tanjakan Tajur Kabupaten Lebak

Ia berharap untuk kedepannya pabrik tahu miliknya bisa beroperasi dan berjalan kembali seperti biasa bersama tiga karyawannya.

"Yang utama ada bantuan modal, karena yang paling penting itu modal, kalo saat ini untuk sehari-hari ngikut ke orang tua," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved