Profil Banten, Provinsi Termuda di Pulau Jawa yang Melepaskan Diri dari Jabar pada Tahun 2000
Tiga kota dan kabupaten di Banten menjadi penyangga perekonomian Ibu Kota DKI Jakarta
TRIBUNBANTEN.COM - Banten adalah satu di antara enam provinsi di Pulau Jawa.
Berada di paling ujung barat, Banten memiliki lokasi strategis yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera.
Tiga kota dan kabupaten di Banten menjadi penyangga perekonomian Ibu Kota DKI Jakarta, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Profil Banten terdiri atas delapan kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa (2017).
Penduduk yang pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat ini mayoritas memeluk agama Islam.
Baca juga: Perayaan HUT ke-21 Provinsi Banten pada 4 Oktober, Berikut Rangkaian Acaranya
Masyarakat Banten memiliki potensi dan beragam budaya, sebut saja pencak silat, debus, tari saman, tari topeng, dan dog-dog.
Pada tahun 2000, Banten melepaskan diri dari Provinsi Jawa Barat karena ingin mandiri, khususnya secara perekonomian dan pemerintahan.
Wilayah Banten menjadi pintu masuk utama penerbangan internasional dan domestik, baik barang maupun penumpang melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Di bidang ekonomi, Banten bisa mengandalkan sejumlah sektor, yaitu industri, perdagangan, pertanian dan peternakan, kehutanan dan perkebunan, perikanan dan kelautan, serta pariwisata.
Pada triwulan IV 2019, perekonomian Banten mengalami pertumbuhan 5,09 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2019 sebesar 5,41 persen (yoy).
Angka pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,97 persen (yoy).
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Banten ini dari sisi permintaan, terutama membaiknya ekspor dan konsumsi yang tumbuh cukup tinggi.
Secara keseluruhan, perekonomian Banten pada tahun 2019 tumbuh 5,53 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,81 persen (yoy).
Pada triwulan I 2020, perekonomian Banten tumbuh 3,09 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,97 persen (yoy).
Baca juga: 10 Tempat Wisata Unggulan Kabupaten Serang, di Pantai hingga Gunung, Wajib Dikunjungi saat Liburan!
Namun, mengalami penurunan dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2019 yang mencapai 5,90 persen (yoy).
Menurunnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten dari sisi permintaan terutama didorong anjloknya konsumsi dan kinerja net ekspor sebagai dampak pandemi Covid-19.
Di bidang pemerintahan, Banten cukup dinamis dengan adanya partisipasi sejumlah partai politik.
DPRD Banten beranggotakan 85 anggota.
Pada periode 2019-2024, wakil rakyat terdiri atas 12 partai politik, yaitu Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PKS, Demokrat, PKB, PAN, PPP, NasDem, Hanura, Berkarya, dan PSI.

Pada Pilkada 2020, empat wilayah di Banten menggelar pemilihan kepala daerah, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang.
Total peserta dalam kontestasi politik ini ada 11 pasangan calon, terdiri atas 3 pasangan calon di Tangerang Selatan, dua pasangan calon di Kabupaten Serang, 4 pasangan calon di Kota Cilegon, serta 2 pasangan calon di Cilegon.
Di bidang pendidikan, Banten memiliki enam perguruan tinggi negeri, lebih dari 30 perguruan tinggi swasta, serta tiga perguruan tinggi kedinasan.
Banten juga mengandalkan kunjungan wisata.
Pada rentang 2011-2018, ada penambahan jumlah hotel.
Baca juga: Kamila Kagumi Curug Lawang, Desa Cikolelet Punya Destinasi Wisata Alam dan Ekraf, Dekat dengan Anyer
Dari sebanyak 246 pada 2011 menjadi 442 hotel yang tersebar di kota dan kabupaten pada 2018.
Selama 2018, jumlah tamu asing dan domestik yang menginap sebanyak 4.158.565 orang.
Jumlah itu terdiri atas 454.550 tamu asing atau 10,93 persen dan 3.704.015 tamu domestik atau 89,07 persen.
Banten menjadi daya tarik wisata karena memiliki ribuan destinasi alam, budaya, dan sejarah.