Genjot Kunjungan Wisata ke Banten, Pramuwisata dan Pokdarwis Belajar Bahasa Inggris
Puluhan pramuwisata pemula di Provinsi Banten dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Maulana Yusuf Banten menjalani program pelatihan kompetensi Bahasa
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
"Setiap tahun biasanya ada wisatawan dari Prancis, Afrika keliling Banten sebelum pandemi, ada yang surving juga," ungkapnya.
Ke depan, Taufan berharap agar lebih terorganisir dan bisa melayani tamu dengan baik.
"Harapannya kedepan lebih terorganisir dan bisa layani tamu dengan baik dan bisa kembali berwisata di Banten," harapnya.
Baca juga: UTBK SBMPTN Tahun 2022 di Untirta Banten: Jadwal, Cara Cek dan Link Pengumuman
Sementara itu, dosen tadris Bahasa Inggris UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Yayu Heryatun menambahkan, menurutnya kegiatan tersebut adalah bagian dari tuga dosen untuk mengamalkan tri dharma perguruan tinggi dari mulai pendidikan, pelatihan dan pengabdian pada masyarakat.
Biasanya kegiatan pengabdia masyarakat dilaksanakan di sekolah, namun saat ini pengabdian dilaksanakan pada para pramuwisata.
"Karena fenomena covid-19 terutama berdampak pada pariwisata, mangkannya kepikiran untuk adakan pelatihan dan bekerjasama drngan HPI, dan lainnya," terangnya.
"Semoga covid-19 tidak ada lagi, semoga pariwisata bisa menggeliat," tuturnya.
Baca juga: Warga Banten Hati-hati, Potensi Gelombang hingga 6 Meter di Barat Lampung dan Selatan Jawa-Bali
Kata Yayu, kemampuan bahasa Inggris merupakan salahsatu kompetensi yang harus dimiliki oleh pramuwisata di Banten.
Dia berharap agar kedepan bekal bahasa bagi para pramuwisata di Provinsi Banten bisa membuat para pramuwisata di Provinsi Banten percaya diri.
"Semoga bekal bahasa ini pramuwisata di Provinsi Banten bisa percaya diri dan meningkatkan potensi pariwisata di Provinsi Banten," jelasnya.
Oleh karena itu, aspek bahasa harus dikuasai.
Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polda Banten Gelar Fun Bike 2022
Pelatihan hang diberikannya disampaikan secara praktek, menulis dan berbicara.
"Kami ingin bekali dengan latihan bersifat skil berbicara, menulis dan praktek, bukan teori," imbuhnya.
"Ke depan semoga terus berkelanjutan, dan ditindak lanjuti dengan MoU dengan jurusan tadris bahasa Inggris serta dinas terkait," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pramuwisata-di-provinsi-banten-dan-kelompok-sadar-wisata-banten-lama-usai-mengikuti-pelatihan-bahasa.jpg)