Breaking News:

Harga Minyak Dunia Melonjak, Kini Harga Keekonomian Pertalite-Pertamax Rp 30.000/Liter

Harga keekonomian BBM menembus 30.000 per liter karena lonjakan harga minyak dunia.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Harga keekonomian BBM menembus 30.000 per liter karena lonjakan harga minyak dunia. 

TRIBUNBANTEN.COM - Harga keekonomian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia menembus 30.000 per liter.

Harga keekonomian BBM menembus 30.000 per liter karena lonjakan harga minyak dunia.

"Sekarang ini harga minyak dunia sudah di atas US$ 100 - US$ 120 per barel. Harga keekonomian BBM RON 90 maupun RON 92, rata-rata di atas Rp 30.000," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Baca juga: Negara G7 Ingin Pangkas Pendapatan Pemerintahan Vladimir Putin, Kompak Batasi Harga Minyak Rusia

Untuk itu, kata dia, diperlukan perbaikan logistik di setiap infrastruktur BBM dapat dilakukan. Sebab, menurut dia, perbaikan logistik dinilai bakal membantu agar lebih hemat dan efisien.

"Kita harus antisipasi ini karena situasi krisis energi tidak bisa diramalkan selesai tahun ini atau lebih lama lagi," kata Arifin dalam keterangan resmi, Jumat (24/6).

Selanjutnya, ia membandingkan dengan harga BBM di Indonesia yang jauh lebih murah.

"Pertalite (RON 90) saja dijual Rp 7.650, Pertamax (RON 92) kita jual Rp 12.500. Makanya, kita perlu mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan BBM seefisien mungkin. Ini berdampak pada (membengkaknya) alokasi subsidi," bebernya.

Hal ini disampaikan Arifin tatkala meninjau beberapa titik infrastuktur Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPUBN) dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Labuan Bajo.

Agenda ini sekaligus memastikan keterjangkauan akses energi ke masyarakat yang merupakan bahasan utama dari The 2nd Energy Transistion Working Group (ETWG).

Selama peninjauan, Arifin mendapat laporan dari pengelola SPBU mengenai kelancaran pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di masyarakat maupun industri.

Baca juga: Ada yang Ogah Berkoalisi dengan Partai Tertentu, Demokrat Singgung soal Kemiskinan dan Minyak Goreng

"Di SPBU Non Public Service Obligation (PSO), distribusi BBM berjalan lancar, respon masyarakat juga bagus. Di depot, avtur juga aman," kata Arifin.

Arifin mengimbau kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan mengingat Labuan Bajo merupakan wisata prioritas pemerintah.

"Kita harus antisipasi daerah ini akan banyak kunjungan wisatawan. Tentu kebutuhan avtur dan BBM akan meningkat," pungkas Arifin.

Read also: Fuel subsidies are becoming more and more burdensome, clean energy transition is considered a solution

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved