Digaji Rp 30 Juta per Bulan, Mahasiswi Ini Live Streaming Berbau Pornografi di Aplikasi 'Mango Live'

SN, mahasiswi di salah satu universitas di Jakarta meraup uang Rp 30 juta per bulannya dari live streaming berbau pornografi di aplikasi Mango Live

Editor: Abdul Rosid
Ilustrasi Pornografi/Stomp
Seorang mahasiswi di salah satu universitas di Jakarta ditangkap Polsek Kebon Jeruk atas kasus konten pornografi di aplikasi Mango Live 

TRIBUNBANTEN.COM - SN, seorang mahasiswi di salah satu universitas di Jakarta meraup uang Rp 30 juta per bulannya dari hasil live streaming berbau pornografi di aplikasi Mango Live.

Demi pundi-pundi rupiah, SN dengan berani mempertontonkan tindakan asusilanya di aplikasi Mango Live.

Tindakan asusila SN dengan memperlihatan hal tidak senonoh itu telah dilakukan selama tiga bulan.

Baca juga: Bantu Wanita Kecelakaan, Pria Ini Malah Curi Ponsel Korban dan Ancam Sebar Konten Pornografi

Kini SN harus menyesali perbuatan asusilanya itu, lantaran jajaran Polsek Kebon Jeruk berhasil menangkap wanita yang berstatus sebagai mahasiswi itu.

"Pelaku sudah melakukan live streaming selama tiga bulan dengan penghasilan kurang lebih Rp 30 juta per bulan. Nama akun di aplikasi Mango Live bernama Miranda," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce di Mapolres Jakarta Barat, Rabu (7/7/2022).

Dalam keterangan yang diberikan Pasma, selama kurun waktu tiga bulan, SN sudah melakukan live streaming sebanyak 50 kali.

Jika ditotal, model pornografi ini telah mengantongi kurang lebih 90 juta selama tiga bulan.

"Pelaku SN selama kurang lebih tiga bulan terakhir, sudah melakukan live sebanyak 50 kali," imbuh Pasma.

Tak kalah ceridik, berbekal penangkapan SN, polisi pun melakukan pendalaman atas kasus pornografi itu.

Baca juga: Borong 76 Video Pornografi Dea Onlyfans, Marshel Widianto: Aku Memang Nakal, Tapi Gak Mau Kriminal

Hasil pendalaman itu menyatakan bahwa merupakan model dari agensi Unicorn Management.

Oleh karena itu, selain SN, polisi juga menangkap RH, yang berperan sebagai agensi yang mengelola dan menggaji talent seperti SN.

Pasma menjelaskan, Unicorn Management merupakan sebuah sub agensi dari sebuah manajemen talent yang berbasis di luar negeri.

Kata Pasma, manajemen meraup hingga Rp 25 juta untuk sekali siaran. Aksi itu sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu.

"Pelaku sudah melakukan selama kurang lebih 6 bulan dengan penghasilan Rp 25 juta. Dan dari pengakuan sekitar ada 150 talent," kata Pasma.

Baca juga: PB SEMMI Soroti Aksi Nekat Dinar Candy Turun ke Jalanan, Sang DJ Terancam UU Pornografi

RH biasa mencari talent dari akun sosial media. Melihat targetnya, RH kemudian mengajak orang tersebut bergabung melalui pesan singkat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved