Harga Cabai Terus Naik, Disperindag Banten: Tanahnya Digarap Ditanami Padi, Cabai Engga Ada
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso ungkapkan bahwa kenaikan harga cabai di Banten dipengaruhi beberapa faktor
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Harga cabai di Banten terus mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai di Banten dipengaruhi beberapa faktor.
"Gagal panen di mana-mana. Cabai itu posisinya rebutan, udah banyak, tapi tetap daerah yang kurang lebih banyak," ungkap Babar saat di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (13/7/2022).
Kekurangan pasokan, kata Babar, membuat distribusi cabai ke Banten dan daerah lainnya mengalami gangguan.
Baca juga: Cek Harga Sayuran di Pasar Rangkasbitung, Cabai Masih yang Tertinggi
Alhasil, saat ini Banten dan daerah lainnya berebut pasokan cabai.
Kondisi itu diperparah dengan minimnya petani cabai yang panen di waktu dekat ini.
"Sekarang di Banten belum panen, dari pemasok pun juga belum ada," katanya.
Selain karena terhambatnya proses distribusi, masalah lainnya yakni pada siklus tanam yang tidak sesuai dengan grafik kebutuhan.
Disampaikan Babar, bahwa untuk di pulau Jawa banyak yang tanahnya bukan hanya digunakan untuk cabai saja, melainkan digunakan juga untuk menanam padi.
"Kalau tanahnya dipakai buat sawah, nanam cabenya ngga ada," katanya.
Untuk menghadapi persoalan itu, dikatakan Babar bahwa pihaknya akan mencoba mencari solusi dengan mengecek ketersediaan cabai di wilayah Lampung.
Baca juga: Dapat Wangsit Diusia 12 Tahun, Tabib Harimbi Diperintah Nabi Khidir Sebagai Titisannya
"Nanti kita tanya jadwal panennya kapan, kalau sudah dapat nanti kita akan minta bantuan untuk bisa didistribusikan ke pasar yang ada di Banten," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/dispoerindag-banten.jpg)