Breaking News:

20 Aset Penanggung Pajak Disita Secara Serentak Juru Sita DJP Banten, Nilai Lebih dari Rp 82 Miliar

menyediakan sel khusus bagi para penanggung pajak yang tidak mau melaksanakan kewajiban dengan baik.

dokumentasi DJP Banten
Juru sita negara menyita secara serentak 20 aset penanggung pajak yang tidak melunasi utang pajaknya yang sudah jatuh tempo, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Juru sita negara menyita secara serentak 20 aset penanggung pajak yang tidak melunasi utang pajaknya yang sudah jatuh tempo, Jumat (15/7/2022).

Aset itu tersebar di wilayah Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Pandeglang.

Kepala Kanwil DJP Banten Yoyok Setyo Utomo menginstruksikan kepada juru sita pajak negara untuk lebih aktif menagih para penanggung.

Bahkan, kata dia melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (15/7/2022), DJP Banten telah bekerja sama dengan kepala lapas di Banten.

Baca juga: Tunggakan Rp 379,8 Juta, Kendaraan Milik Wajib Pajak Disegel Juru Sita KPP Pratama Serang Barat

Kerja sama itu untuk menyediakan sel khusus bagi para penanggung pajak yang tidak mau melaksanakan kewajiban dengan baik.

Menurut Yoyok, aset penanggung pajak yang disita adalah sebagai jaminan untuk melunasi utang pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Yoyok mengaku sebelum penyitaan, penanggung pajak sudah dikirimkan surat paksa atas tagihan utang pajak yang belum dilunasi melewati 2x24 jam sejak tanggal surat paksa diberitahukan.

Jika penanggung pajak belum melunasi utang pajaknya, pejabat pajak menerbitkan surat perintah pelaksanaan penyitaan terhadap aset milik penanggung pajak.

Adapun saldo piutang pajak yang dilakukan penyitaan adalah senilai kurang lebih dari Rp 82 miliar.

Aset yang disita adalah berupa tanah kavling, tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, vila mewah, kendaraan berat, dan rekening bank dari para penunggak pajak.

Baca juga: Aset Tanah di Pandeglang Disita Gara-gara Utang Pajak Penghasilan Badan Senilai Rp 1,2 Miliar

"Penyitaan atas aset para penanggung pajak adalah upaya untuk memberikan efek jera terhadap para penanggung pajak," kata Yoyok.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved