Breaking News:

Sepanjang Tahun 2022 Ada 274 Kasus DBD di Kota Cilegon, Satu Orang Meninggal Dunia

Sepanjang tahun 2022 kasus penyakit demam berdarah (DBD) di Kota Cilegon mengingkat. Tercatat hingga bulan Juni 2022 ada 274 kasus DBD di Kota Cilegon

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Abdul Rosid
Mikadago/ Pixabay.com/ tribunnews
Ilustrasi digigit nyamuk penyebab DBD: Sepanjang tahun 2022 terjadi 274 kasus demam berdarah (DBD) di Kota Cilegon. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sepanjang tahun 2022 kasus penyakit demam berdarah (DBD) di Kota Cilegon mengingkat.

Tercatat hingga bulan Juni 2022 ada 274 kasus DBD di Kota Cilegon.

Berdasarkan data yang diterima TribunBantsn.com, dari 274 kasus tersebut, dari 8 kecamatan, Kecamatan Jombang penyumbang paling terbanyak terjangkit DBD sekitar 45 kasus.

Data tersebut juga mengungkap, ada satu orang warga di Kecamatan Citangkil meninggal dunia.

Baca juga: Air Mineral Galon Oplosan Beredar di Cilegon dan Serang, Warga Tetap Beli Galon: Harus Diedukasi!

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Sri Rezeki mengatakan, penyakit DBD bersumber dari binatang nyamuk Aedes aegypti yang menggigit pasien.

"Maraknya DBD, penyebabnya berbasis lingkungan, penyakit yang bersumber dari binatang nyamuk Aedes aegypti banyak menggigit pasien," ujar Sri, saat dihubungi TribunBanten.com, Kamis (28/7/2022).

Karena itu, lanjut Sri, untuk mencegah hal itu, masyarakat diharuskan melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN.

"Harus menerapkan PSN, jadi selama tidak melakukan PSN penyakit ini akan terus ada," ucapnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved