Breaking News:

Politisi PDIP Endus Anggaran Formula E Bermasalah, Negara Dirugikan Rp 400 Miliar

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menduga, anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan balap Formula E

Editor: Abdul Rosid
fiafomulae via Tribunnews
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menduga, anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan balap Formula E pada awal Juni 2022 lalu berasal dari uang hasil jual perusahaan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Gelaran Formula E yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta diduga menyisakan kejanggalan dengan adanya kerugian negara mencapai ratusan miliar.

Hal tersebut diutarakan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak.

Menurut, Gilbert Simanjuntak anggaran yang didapatkan Formula E Jakarta merupakan hasil jual saham perusahaan BUMD.

Perusahaan itu yakni PT Jakarta Marga Jaya (JMJ) yang merupakan cucu PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Baca juga: Elektabilitas Prabowo-Cak Imin Ungguli Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo versi Lembaga Survei Media

Dugaan yang dilontarkan Gilbert Simanjuntak merujuk pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan dalam proses divestasi saham PT JMJ.

Keputusan Jakpro menjual PT JMJ ini pun dinilai bisa mengurangi pemasukan kas daerah hingga ratusan miliar rupiah.

"Divestasi saham cucu perusahaan oleh Jakpro juga perlu diperiksa apakah berkaitan dengan Formula E," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

"Karena BPK mengatakan dalam divestasi ada ketidaksesuaian yang berpotensi merugikan negara sekitar Rp300 miliar sampai Rp400 miliar," sambungnya.

Sebagai informasi, PT JMJ merupakan perusahaan pengelola Jalan Tol Ulujami - Kebon Jeruk.

PT JMJ merupakan perusahaan hasil patungan PT Jakpro dengan Pembangunan Jaya Group.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved