Dokter Forensik Umumkan Hasil Autopsi Kedua Brigadir J Hari Ini, Penyebab Kematian Terungkap?
Hasil autopsi kedua terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akan diumumkan pada Senin (22/8/2022).
TRIBUNBANTEN.COM - Hasil autopsi kedua terhadap jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akan diumumkan pada Senin (22/8/2022).
Adalah Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) yang akan menyampaikan hasil autopsi kedua brigadir J tersebut.
Autopsi kedua dilakukan beberapa waktu lalu setelah tim gabungan melakukan ekshumasi terhadap makam Brigadir J di Jambi.
"Ya PDFI (Sampaikan hasil autopsi kedua Brigadir J hari Senin)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu (20/8/2022).
Baca juga: Masih Terguncang, Terkuak Kondisi Vera, Ibu Brigadir J Berharap Kekasih Anaknya Dapat Jodoh Terbaik
Autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J merupakan permintaan pihak keluarga.
Hal itu dilakukan setelah pihak keluarga merasa ada yang janggal dari kematian Brigadir J.
Pasalnya, Brigadir J sebelumnya dinyatakan tewas karena baku tembak dengan rekannya Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Namun, pihak keluarga mendapati Brigadir J mengalami luka lainnya seperti luka sayatan, patah tulang, dan luka akibat benda tumpul.
"Tentu kita tidak terima ya karena disebut mati karena peluru. Tapi di tubuh dia (Brigadir J), ditemukan luka sayatan, pukulan benda tumpul, dan rahangnya bergeser," kata Roslin Simanjuntak, Bibi dari Brigarir J.
Dengan kondisi tersebut, Roslin menegaskan, pihak keluarganya tidak menerima penyebab kematian Brigadir J karena peristiwa baku tembak.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan salah satu kejanggalan terkait hasil autopsi pertama Brigadir J.
Itu antara lain saat kepala Brigadir J dibuka, tidak ditemukan adanya otak. Otak Brigadir J baru diketahui ternyata ada di dalam perut saat tim forensik membuka bagian perutnya.
Kemudian, ditemukan ada penempelan lem di kepala belakang Brigadir J. Lalu, lanjut Kamaruddin, pada bagian rambutnya, ditemukan lubang dari kepala yang menembus sampai mata dan hidung.
Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J Harus Jadi Momentum Kapolri Benahi dan Reformasi Internal-Pimpin Polri
Dari kejanggalan itu, Kamaruddin menduga sementara bahwa Brigadir J ditembak dari arah belakang hingga tembus ke hidung depan.
“Tembakan itu bukan dari depan, tapi dari belakang,” ucap Kamaruddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/brigadir-joshua1.jpg)