Breaking News:

2 Perusahaan Pengolahan Nikel Beroperasi pada 2024, PLN Pasok Daya 260 MVA

PLN berkomitmen untuk memasok listrik tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati

dokumentasi PLN
PLN meneken nota kesepahaman (MoU) dengan dua perusahaan, yaitu CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co, Ltd, dan PT Akar Mas Smelter Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - PLN meneken nota kesepahaman (MoU) dengan dua perusahaan, yaitu CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co, Ltd, dan PT Akar Mas Smelter Indonesia.

Dua perusahaan ini merupakan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).

PLN siap memasok kebutuhan listrik di sektor industri untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Siap Menghadapi Era Industri Digital 4.0, PLN Raih Skor 3.5 dari Kemenperin

Total daya yang akan dipasok PLN untuk keduanya adalah 260 mega volt ampere (MVA).

Dua perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji nikel tersebut menargetkan pabriknya akan beroperasi pada 2024.

PLN berkomitmen untuk memasok listrik tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Adi Priyanto mengatakan nota kesepahaman ini menjadi bukti pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19 berjalan baik, khususnya untuk wilayah Sulawesi.

Dengan meningkatnya aktivitas industri di Sulawesi, PLN berkomitmen memasok listrik yang andal dan sesuai jadwal yang disepakati dengan pelanggan di sektor industri.

Menurut dia, tugas PLN memastikan pasokan listrik untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian hingga menciptakan multiplier effect melalui kesiapan pasokan listrik untuk industri dan bisnis.

"Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk kepercayaan pelanggan yang telah sepenuhnya menyerahkan urusan listrik kepada PLN. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved