UPDATE PERANG ke-183: Pasukan Putin Putus PLTN Zaporizhzhia dari Jaringan Listrik Ibu Kota Ukraina

Berikut ini serangkaian peristiwa perang Rusia- Ukraina yang memasuki hari ke-183 pada Kamis (25/8/2022).

Editor: Ahmad Haris
The Verge
PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh. Rusia berencana memutuskan jaringan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dari Ibu Kota Ukraina. 

TRIBUNBANTEN.COM - Perang Rusia Ukraina terus berlanjut.

Serangkaian peristiwa terjadi di hari ke-183 perang, pada Kamis (25/8/2022).

Mengutip Tribunnews seperti diberitakan Guatdian, Rusia berencana memutuskan jaringan listrik Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia dari Ukraina.

Baca juga: UPDATE Perang: Zelensky Was-was Pasukan Putin Serang Ibu Kota saat Hari Kemerdekaan Ukraina

Baca juga: Demi Ukraina Hajar Rusia, Kubu Joe Biden akan Beri Paket Bantuan Terbaru Senilai 3 Miliar Dolar AS

Tindakan ini disebut akan mempertaruhkan kegagalan pada sistem pendinginan PLTN Zaporizhzhia.

Kepala Perusahaan Energi Atom Ukraina, Petro Kotin mengatakan, para insinyur Rusia telah menyusun cetak biru untuk sebuah saklar atas dasar perencanaan darurat, untuk memerangi pemutusan sambungan listrik yang tersisa.

“Prasyarat untuk rencana ini adalah kerusakan parah pada semua jalur yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia ke sistem Ukraina,” kata Kotin.

Serangan di stasiun kereta api Ukraina

Sedikitnya 22 orang tewas dan 50 terluka dalam serangan roket Rusia di stasiun kereta api Ukraina.

Peristiwa ini terjadi saat Ukraina merayakan Hari Kemerdekaan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, roket menghantam kereta api di stasiun Kota Chaplyne, sekitar 145 kilometer dari barat Donetsk, Ukraina timur.

“Chaplyne adalah penderitaan kami hari ini. Sampai saat ini, ada 22 orang tewas, lima di antaranya terbakar di dalam mobil, seorang remaja berusia 11 tahun meninggal,” katanya.

Zelensky menambahkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat karena operasi penyelamatan terus berlanjut.

Bencana Radiasi

Zelensky mengatakan Rusia telah menempatkan dunia "di ambang bencana radiasi".

“Ini adalah fakta bahwa militer Rusia menjadikan wilayah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa sebagai zona pertempuran."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved