Kualitas BBM Malaysia Ungguli Pertalite dan Lebih Murah, Pemerintah RI Malah Ingin Cabut Subsidi BBM
Rencana kenaikan harga BBM jenis Pertalite di Indonesia menuai polemik. Naiknya harga Pertalite ini berpotensi membuat angka inflasi semakin meninggi.
TRIBUNBANTEN.COM - Kabar mengenai wacana pemerintah Indonesia kenaikan harga BBM jenis Pertalite menuai polemik.
Naiknya harga Pertalite yang dijual Pertamina itu berpotensi membuat angka inflasi di tanah air meninggi.
Antrean mendapatkan BBM subsidi di beberapa daerah dikabarkan sampai mengular.
Baca juga: Ngotot Ingin Cabut Subsidi BBM, Sri Mulyani Sebut Dana Subsidi BBM Rp 502 T Bisa Buat Bangun Tol
Bila di Indonesia BBM tengah jadi polemik nasional, tak demikian halnya di Malaysia.
Warga negara Negeri Jiran itu selama ini justru menikmati harga BBM yang relatif sangat murah, dibandingkan para tetangganya di ASEAN, termasuk Indonesia.
Harga BBM di Malaysia
Harga BBM di Malaysia diperbaharui setiap sepekan sekali mengikuti peraturan resmi dari Kementerian Keuangan Malaysia.
Harga BBM di sana dibedakan berdasarkan nilai oktan atau RON.
Oktan adalah angka yang menunjukkan tingkat ketukan (knocking) yang dihasilkan di ruang bakar saat terjadi pembakaran.
Sedangkan RON merupakan singkatan Research Octane Number, yang artinya angka oktan didapat setelah melalui hasil penelitian laboratorium.
Semakin tinggi RON, maka semakin baik kualitasnya dalam pembakaran di ruang mesin, terutama untuk mobil-mobil keluaran terbaru.
Harga BBM di Malaysia ini juga rutin diumumkan oleh Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Halehwal Pengguna (KPDNHEP), semacam Kemendag di Indonesia.
Harga ini berlaku untuk SPBU di Malaysia, tak terkecuali milik Petronas.
Mengutip laman KPDNHEP, harga bensin terbaru per Agustus 2022 dengan oktan 95 atau RON 95 dijual di Malaysia seharga RM 2,05 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 6.780 per liter (kurs Rp 3.300).
Dengan memiliki RON 95, praktis BBM termurah yang dijual di Malaysia ini memiliki kualitas di atas Pertalite, bahkan masih lebih unggul kualitasnya dibandingkan Pertamax yang dijual Pertamina di Indonesia dengan spesifikasi RON 92.
Sementara Pertalite Pertamina memiliki kandungan lebih rendah lagi, yakni RON 90.
Lalu untuk BBM diesel atau setara Solar di Malaysia dipatok pemerintah seharga RM 2,15 atau sekitar Rp 7.110.
Untuk BBM dengan oktan lebih tinggi lagi, yakni untuk bensin dengan RON 97 di Malaysia saat ini dijual RM 3,83 atau setara dengan Rp 12.671 per liter.
Sama halnya dengan Pertalite di Indonesia, harga bensin RON 95 di Malaysia cukup murah karena disubsidi pemerintah.
Perlu diketahui, pemerintah Malaysia hanya memberikan subsidi untuk bensin RON 95. Sementara untuk RON 97 tidak disubsidi sehingga banderolnya mengikuti harga pasar.
Kualitas RON 97 yang dijual di SPBU Petronas Malaysia ini mendekati produk Pertamax Turbo (RON 98) di SPBU Pertamina yang harga terbarunya saat ini adalah Rp 17.900 per liter.
Baca juga: Peringatan untuk Pemerintah! Ekonom Prediksi Inflasi Meningkat Parah Jika Harga Pertalite Naik
Meski harga BBM di Malaysia relatif sangat murah, namun bukan berarti jadi yang paling murah di Asia Tenggara.
Harga bensin di Malaysia hanya kalah oleh Brunai Darussalam, Negeri Jiran lain yang selama ini terkenal memanjakan warga negaranya dengan BBM murah.
Dikutip dari laman Brunei Shell Marketing Company Sendirian Berhad (BSM), harga bensin Shell Regular (RON 90) dijual seharga Rp 3.800 per liter, Shell Super (RON 92) Rp 5.500 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp 8.500 per liter.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kualitas BBM Malaysia Ungguli Pertalite dan Lebih Murah, Kok Bisa?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bbm-indonesia-bbm-malaysia.jpg)