Profil dan Biodata Lengkap Jenderal Hoegeng, Polisi yang Dianggap Paling Jujur dan Anti Suap

Profil dan biodata lengkap Jenderal Hoegeng atau Hoegeng Iman Santoso, Jendral polisi paling jujur dan terkenal anti suap

Editor: Abdul Rosid
Kloase/Net
Profil dan biodata lengkap Jenderal Hoegeng atau Hoegeng Iman Santoso, Jendral polisi paling jujur dan terkenal anti suap 

TRIBUNBANTEN.COM - Nama Jenderal Hoegeng tentu tak asing bagi sebagian masyarakat Tanah Air.

Semasa hidupnya, Jenderal Hoegeng dikenal sebagai polisi jujur sekaligus legenda serta panutan polisi yang ideal.

Kisah kejujuran Jenderal Hoegeng banyak beredar dan tak lekang oleh waktu.

Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah membuat humor tentang Jenderal Hoegeng.

Baca juga: Bibi Brigadir J Minta Polri Tunjukkan Foto Ferdy Sambo & Putri Candrawathi Pakai Baju Tahanan

Gus Dur bilang, "Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng."

Hoegeng adalah Kapolri ke-5 yang bertugas dari 1968-1971.

Selama aktif di kepolisian, Hoegeng anti menerima pemberian orang.

Ia juga mengembalikan seluruh barang yang digunakan saat menjabat Kapolri.

Sayangnya, sang polisi jujur malah dipensiunkan dini oleh Soeharto karena bersikeras mengusut dugaan keterlibatan anak pejabat dalam pemerkosaan kasus Sam Kuning.

Profil dan biodata lengkap Jenderal Hoegeng atau Hoegeng Iman Santoso, Jendral polisi paling jujur dan terkenal anti suap
Profil dan biodata lengkap Jenderal Hoegeng atau Hoegeng Iman Santoso, Jendral polisi paling jujur dan terkenal anti suap (Kloase/Net)

Biodata Hoegeng Iman Santoso

Berikut sosok profil dan biodata Hoegeng dilansir dari perpusnas.go.id , Senin (29/8/2022).

Hoegeng Imam Santoso (Pekalongan, Jawa Tengah, 14 Oktober 1921 - Jakarta, 14 Juli 2004) adalah tokoh militer Indonesia yang merupakan salah satu penandatangan "Petisi 50".

Ia masuk pendidikan HIS pada usia enam tahun, kemudian melanjutkan ke MULO (1934) dan menempuh sekolah menengah di AMS Westers Klasiek (1937). Setelah itu, ia belajar ilmu hukum di Rechts Hoge School Batavia tahun 1940.

Sewaktu pendudukan Jepang, dia mengikuti latihan kemiliteran Nippon (1942) dan Koto Keisatsu Ka I-Kai (1943). Kemudian ia menjabat Wakil Kepala Polisi Seksi II Jomblang Semarang (1944), Kepala Polisi Jomblang (1945), dan Komandan Polisi Tentara Laut Jawa Tengah (1945-1946). Selanjutnya ia mengikuti pendidikan Polisi Akademi dan bekerja di bagian Purel, Jawatan Kepolisian Negara.

Banyak hal yang terjadi selama masa kepemimpinan Kapolri Hoegeng Iman Santoso. Pertama, Hoegeng melakukan pembenahan beberapa bidang yang menyangkut Struktur Organisasi di tingkat Mabes Polri. Hasilnya, struktur yang baru lebih terkesan lebih dinamis dan komunikatif.

Baca juga: Diduga Memukul 8 Anak di SDN Kranggot, Pensiunan Polisi Berpangkat AKBP Dilaporkan ke Polres Cilegon

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved