Mako Lanal Banten Berkolaborasi dengan BKKBN Banten Turunkan Angka Stunting
BKKBN Provinsi Banten bekerjasama dengan TNI AL Banten menggelar kesehatan terpadu dan sosialisasi bapak asuh stunting di Mako Lanal Banten.
Penulis: Sopian Sauri | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten bekerjasama dengan TNI AL Banten, menggelar kesehatan terpadu dan sosialisasi bapak asuh stunting di Mako Lanal Banten, Merak, Kota Cilegon, Selasa (6/9/2022).
Kegiatan tersebut merupakan acara dalam rangka HUT TNI AL yang ke - 77, TNI menunggal bangga kencana.
Danlanal Banten, Letkol Laut (P) Dedi Komarudin mengatakan, kegiatan ini merupakan dalam rangkaian menyambut HUT TNI AL yang ke-77, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Baca juga: 108 Bayi dan Balita di Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Alami Stunting
"Kegiatannya berupa hitanan massal, donor darah dan pembersihan flek gigi, yang dilaksanakan di seluruh pangkalan KRI, dan Alhmdulillah memecahkan rekor muri," ujar Dedi, kepada awak media, Selasa.
Kemudian, lanjutnya, pihaknya bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Banten, dengan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian.
"Kami melaksanakan kolaborasi untuk pelayanan keluarga berencana, jadi sekaligus dilaksanakan bersama-sama, menurunkan angka stunting," paparnya.
Ia berharap, semoga apa yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat.
"Umumnya untuk masyarakat Banten dan khususnya yang berada di wilayah Lanal dan Cilegon," harapnya.
Sementara, Pelakasana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Banten Dadi Ahmad Roswandi mengatakan, saat ini stunting di banten mencapai 24,5, lebih tinggi dari provinsi lainnya.
Karena itu, dilaksanakannya gerakan bapak asuh stunting, untuk mendorong semua stakeholder tokoh masyarakat untuk terlibat secara langsung.
"Bukan hanya edukasi, juga ada charity, nah bapak ini bagian dari charity BKKBN, Jadi kita pastikan setiap bantuan itu langsung jatuh ke mulut anak stunting," jelasnya.
Selain itu, pihaknya akan bebaskan stunting oleh donatur-donatur melalui dapur dahsyat anti stanting.
"Bantuan itu akan disalurkan melalui dapur dahsyat, dari dapur dahsyat nanti akan mengirim ke anak-anak stunting di Provinsi Banten," paparnya.
Dadi menargetkan, di tahun 2024 angka stunting di Banten menurun menjadi 14 persen dari 24,5 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/BKKBN-Banten-TNI-AL-Banten-stunting.jpg)