Breaking News:

Ganjar Siapkan Rp 60 Miliar untuk Program Subsidi, Alokasi 17.000 Ojol & Angkutan Umum Rp 12,7 M

Ganjar juga meminta agar pemberian bantuan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

dokumentasi Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menari di sela peringatan HUT Ke-72 Provinsi Jawa Tengah di halaman kantor gubernur, Senin (15/8/2022). Ganjar menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak sebagai dampak kenaikan harga BBM. 

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

Anggaran yang diambil dari dana transfer umum (DTU) sebesar 2 persen dan anggaran belanja tidak terduga Pemprov Jateng ini untuk meringankan beban masyarakat setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Adapun anggaran sebesar Rp 60 miliar itu digunakan untuk program, di antaranya subsidi transportasi, subsidi harga kebutuhan pokok, dan bantuan sosial.

Baca juga: Malam Jumat, Ganjar Kedatangan 36 Tamu Istimewa Jauh-jauh dari Dompu NTB, Siapa Mereka?

"Kami sedang hitung ulang kondisi masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (8/9/2022).

Rencananya, anggaran itu untuk bantuan sosial Rp 8,7 miliar bagi 11.667 penerima Kartu Jateng Sejahtera, premi asuransi nelayan bagi 10.000 orang, dan subsidi tarif Trans Jateng sebesar Rp 17,9 miliar.

Selain itu, juga subsidi biaya operasional melaut Rp 4,7 miliar bagi 14.375 nelayan kecil, serta bantuan bahan untuk 1.810 industri kecil menengah sebesar Rp 905 juta.

Bantuan sosial juga akan diberikan kepada 4.224 kru angkutan umum dan 17.000 pengendara ojek online sebesar Rp 12,7 miliar, serta bantuan bagi pelaku distribusi pangan sebesar Rp 2,4 miliar.

Masih ada lagi bantuan bahan bakar kendaraan wisata di lingkungan daya tarik wisata, bantuan bagi 2.264 kelompok tani pengguna alat dan mesin pertanian, subsidi bahan bakar alat-alat peternakan, dan bantuan BBM untuk kelompok petani pengelola penggilingan padi.

“Saya minta teman-teman menghitung satu per satu kebutuhannya, termasuk alokasi anggarannya," ucap gubernur berambut putih ini.

Ganjar juga meminta agar pemberian bantuan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

"Misalnya kita mau kasih sembako, dicek dulu, jangan-jangan mereka tidak butuh sembako. Umpama nelayan mereka butuh aksesnya dipermudah, atau petani yang kemarin sulit membeli BBM di SPBU karena harus ada rekomendasi. Yang begini-begini harus dihitung,” ujarnya.

Baca juga: Suasana Seru Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan Lomba Makan Kerupuk

Ganjar mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk petani dan nelayan yang mengeluhkan kesulitan mengakses pembelian BBM.

Pertamina diminta untuk membuat perlakuan khusus kepada petani dan nelayan agar dimudahkan.

Bahkan, Ganjar minta sampai pada skemanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved