Breaking News:

Sejarah Menara Masjid Agung Banten: Arsiteknya Orang Tionghoa, Awalnya Berbentuk Kotak

Menara Masjid Agung Banten menggambarkan perpaduan kekayaan budaya Indonesia dan bentuk akulturasi.

TribunBanten.com/Ahmad Haris
Ribuan orang hilir mudik mengunjungi Kawasan Wisata Religi Banten Lama, Kota Serang, Sabtu (30/7/2022) pukul 03.30 dini hari. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Siti Nurul Hamidah

 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANGMenara Masjid Agung Banten di kawasan Banten Lama, Kota Serang, menjadi daya tarik bagi peziarah untuk berfoto.

Menara Masjid Agung Banten berbentuk segi delapan ini memiliki diameter 10 meter dengan tinggi 23 meter yang dihitung dari dasar hingga ujung mastaka.

Mastaka adalah hiasan atau ornamen berwarna merah yang terletak di ujung atau puncak menara.

Baca juga: Dalam Waktu Semalam, Warga Pekijing Kota Serang Bikin Miniatur Masjid Agung Banten dari Bambu

Ketua Unit Museum Situs Kepurbakalaan Banten, Siti Rohani, mengatakan bangunan menara segi delapan merujuk pada arah mata angin.

Yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut.

"Dalam buku Anthony Reid berjudul 'Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680', menyebutkan Banten sebagai satu di antara negeri di bawah angin," katanya kepada TribunBanten.com di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Jumat (9/9/2022).

Banten sebagai negeri di bawah angin diartikan sebagai negeri yang termansyur dan besar karena kotanya sudah tertata sedemikian rupa.

Kehidupan rakyatnya makmur dengan segala keahlian dan berbagai bentuk mata pencaharian penduduknya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved