Dijual Rp1.000, Kartu Mainan Anak-anak di Tangerang Terhubung ke Situs Judi Online, Ada Barcode

Sebuah mainan anak-anak berupa kartu dengan berbagai kartun di Pinang, Kota Tangerang terbukti dapat terkoneksi ke situs judi online.

Ilustarsi/Pixabay/Pexels
Sebuah mainan anak-anak berupa kartu dengan berbagai kartun di Pinang, Kota Tangerang terbukti dapat terkoneksi ke situs judi online. 

TRIBUNBANTEN.COM -  Direktur Eksekutif Kajian Politik Nusantara (KPN), Adib Miftahul menyoroti kasus mainan anak-anak yang dapat terkoneksi ke situs judi online.

Adib mengatakan, pencantuman situs judi online pada mainan anak-anak yang dijual oleh pedagang di sekolah merupakan hal yang berbahaya.

Diketahui sebelumnya, sebuah mainan anak-anak berupa kartu dengan berbagai kartun di Pinang, Kota Tangerang, terbukti dapat terkoneksi ke situs judi online.

Gambar berada di dua sisi kartu. Sisi pertama menampilkan karakter-karakter kartun berbagai jenis.

Sedangkan sisi lainnya mencantumkan sebuah barcode dan sebuah situs, yakni www.5kapai.com.

Baca juga: Brigjen Hendra Diduga Pakai Jet Pribadi Milik Bandar Judi, IPW Bongkar Fakta Mencengangkan!

Barcode tersebut apabila diakses mengarahkan pengguna pada Aplikasi Sosial Media Wechat.

Sedangkan situs tersebut apabila diakses dapat terhubung pada sebuah situs judi online yang menggunakan bahasa Tiongkok.

Temuan mainan anak-anak yang dapat terhubung ke situs judi online tersebut tersebut mendapat sorotan dari masyarakat dan pengamat.

Salah satunya ialah Direktur Eksekutif Kajian Politik Nusantara (KPN), Adib Miftahul.

Menurutnya, penggunaan situs judi online pada mainan tersebut merupakan suatu upaya untuk merusak mental anak bangsa.

"Saya melihat ada upaya yang dilakukan secara terstruktur dan masif untuk merusak mental anak-anak kita dalam pencantuman situs judi online dalam mainan ini," ujar Adib Miftahul saat diwawancarai Wartakotalive.com, Rabu (28/9/2022).

"Oleh karena itu adanya situs judi online tercantum dalam mainan anak-anak ini sangatlah berbahaya," imbuhnya.

Pemerintah Kota Tangerang dinilai Adib perlu memberi perhatian khusus dengan adanya sistus judi online dalam mainan anak-anak berupa kartu itu.

Pasalnya, mainan tersebut beredar dan diperjualbelikan kepada anak-anak di lingkungan sekolah.

Terlebih, anak-anak kerap membeli mainan kartu tersebut dalam jumlah banyak, lantaran harganya yang hanya sejumlah Rp 1.000.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved