Breaking News:

Dampak Kenaikan BBM, 3 Daerah di Banten Mengalami Inflasi 1,12 Persen

BPS Provinsi Banten mencatat ada tiga daerah di Banten yang mengalami inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
BPS Provinsi Banten mencatat ada tiga daerah di Banten yang mengalami inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Banten mencatat ada tiga daerah di Banten yang mengalami inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten, Bambang Widjonarko, tiga daerah yang mengalami inflasi di antaranya, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang.

Presentase inflasi yang dialami oleh ketiga daerah tersebut 1,12 persen pada September 2022.

Baca juga: Investasi Rumah Subsidi di Serang Banten, Investor Asing Asal Singapura Kena Tipu Rp 53 Miliar

Untuk Provinsi Banten sendiri, diungkapkan Bambang, mengalami inflasi sebesar 1,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,84.

"Dampaknya belum terasa signifikan, inflasi 1,12 persen. Tapi kita lihat lebih dalam, ternyata hanya komponen transportasi yang signifkan yang mengalami kenaikan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (3/10/2022).

Disampaikan Bambang, dari ketiga daerah itu, inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilegon sebesar 1,40 persen dengan IHK sebesar 115,56.

Kemudian diikuti oleh Kota Serang sebesar 1,23 persen dengan IHK sebesar 116,96.

Selanjutnya disusul oleh Kota Tangerang sebesar 1,06 persen dengan IHK sebesar 111,66.

Inflasi itu terjadi, dijelaskan Bambang, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks 9 kelompok pengeluaran.

Di antaranya yaitu kelompok transportasi sebesar 10,44 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,99 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,57 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,45 persen.

Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen.

Lalu kelompok pendidikan sebesar 0,28 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,26 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved