Potensi UMKM Indonesia Menuju Pasar Global, Didorong Beralih pada Sistem Digital

Dari 64 juta jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seluruh Indonesia baru 2 juta yang sudah mendaftarkan dalam Online Single Submission (OSS).

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
mildaniati
Asisten Deputi (Asdep) pasar modal dan lembaga keuangan Menko Perekonomian, I Gede Edi Prasetya di Ballroom Hotel Ratu Kota Serang, Kamis (13/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG -Dari 64 juta jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seluruh Indonesia baru 2 juta yang sudah mendaftarkan dalam Online Single Submission (OSS).

Itu menjadi tantangan bagi para pemangku kebijakan baik dari pusat sampai daerah untuk dapat mendata seluruh UMKM pada OSS.

"UMKM di Indonesia ada 64 juta, yang masuk ke OSS baru 2 juta, itu tantangannya," kata Asisten Deputi (Asdep) pasar modal dan lembaga keuangan Menko Perekonomian, I Gede Edi Prasetya di Ballroom Hotel Ratu Kota Serang, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: Lebih dari 1.600 UMKM di Kota Serang Miliki Nomor Induk Berusaha

Perizinan online terpadu atau OSS adalah perizinan berusaha yang diterbitkan oleh lembaga OSS atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati dan wali kota kepada pelaku usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Edi menghinbau para pelaku UMKM untuk manfaatkan OSS sebagai implementasi dampak dari penerapan undnag-undang Cipa Kerja. OSS diperlukan untui mempermudah memulai usaha.

Persyaratan yang harus dipenuhi yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudahan mendaftar OSS tidak perlu datang ke dinas, yang terpenting yaitu jaringan internet.

(Untuk daftar OSS mereka harus tau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan tidak perlu datang ke dinas yang penting jaringan komputernya bagus, silahkan UMKM akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan datangi BRI terdekat kalo komunitas punya daftarnya silahkan diajukan ke bank penyalur KUR," terangnya.

"BRI nya yang akan datang ke masing-masing nasabah," sambungnya.

Edi menyampaikan kendala yang dihadapi UMKM yaitu bagaimana untuk tingkatkan produksi, perluas pasar dan onboarding ke digital.

"Sistem digital penting. Puncaknya tidak bisa diprediksi kita akan terus dorong dan lakukan pendidikan," kata Edi.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 1.600 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Serang sampai bulan Juni 2022 sudah menerima Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Kalau UMIM yang sudah dikeluarkan izin ada lebih 1600 an sampai bulan Juni yang sudah keluar NIB," kata Plt Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, Toyalis saat ditemui di ballroom hotel ratu, Kamis (13/10/2022).

Selama 2 tahun kebelakang saat pandemi covid-19, banyak UMKM yang tutup karena kesulitan membuka usaha. Ditambah pemerintah memberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Baca juga: Disperindagkop UKM Kota Tangerang Luncurkan Bazar UMKM Bertajuk 10.10 Shoping Day

Kasus Covid-19 menurun tahun 2022, UMKM sudah mulai kembali bangkit. Bahkan industri rumahan sudah banyak yang mendaftarkan Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved