Cemari Lingkungan dan Udara, Warga Minta Pabrik Pengelola Limbah Oli di Kota Serang Ditutup

Pabrik pengelolaan limbah oli milik PT Raja Gudang Mas mencemari udara dan lingkungan warga Kemang, Kota Serang

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Rosid
Mildaniati/TribunBanten.com
Pabrik pengelolaan limbah oli milik PT Raja Gudang Mas mencemari udara dan lingkungan warga Kemang, Kota Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG- Warga RT 04/23 Lingkungan Kemang Kidul, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang mengeluhakn keberadaan pabrik pengelolaan libah oli milik PT Raja Gudang Mas (RJM).

Pasalnya, pabrik limbah oli yang sudah beroperasi selama 35 tahun ini telah mencemari udara warga sekitar.

Ketua RT 04/23 Lingkungan Kemang, Waseh memyampaikan dampak dari pengelolaan limbah oli tersebut bukan hanya dirasakan oleh warganya. Melainkan, hal serupa juga dirasakan oleh warga Kemang.

"Kalau lapor ke kelurahan udah dari warga Lingkungan Kesuren, kalau dari warga sini belum ngadu karena selama ini kalau anginnya ke sini baunya ke sini kalau anginnya ke sana baunya ke Kesuren, baru kemarin-kemarin ini anginnya ke sini jadi baunya di lingkungan Kemang," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Air Sungai Cikambuy Serang Hitam dan Bau, Diduga Tercemar Limbah Pabrik Kawasan Modern Cikande

Dampak dari asap pembakaran limbah oli, dijelasakan Waseh, mengancam kesehatan warganya.

"Ini di sini ada 55 kepala keluarga (KK) yang dirasakan pusing, mual, muntah, sesak nafas, kalau sakit paru-paru belum ada, yang baru dirasakan itu mual, muntah sakit kepala," jelasnya.

Waseh dan warga sekitar menginginkan agar aktivitas produksi di PT RGM ditutup dan tidak ada lagi aktivitas proses produksi karena merugikan masyarakat dari berbagai aspek.

"Kami minta itu ditutup dan tidak ada produksi lagi karena sudah merugikan masyarakat, kesehatan serta kenyamanan masyarakat dan kebersihan lingkungan karena pencemaran air limbahnya itu merugikan ke masyarakat. Ingin ditutup karena alasannya merugikan bagi lingkungan terutama kesehatan," terangnya.

Dia mengaku, banyak sebanyak 4 orang warga masuk rumah sakit akibat menghirup terus menerus udara bercampur limbah oli.

"Karena warga kita sudah banyak yang sakit, mereka pusing, mual, batuk itu akibat dari zat kimia dari PT RGM," ungkapnya.

Selain merusak udara, limbah tersebut juga telah mencemari lingkungan sekitar, mulai dari pesawahan hingga pemukiman warga.

"Tiap hujan limbah dibuang jadi melebar ke mana-mana limbahnya ke tanaman juga mati, ke orang juga baunya tidak enak dan menyengat," jelasnya.

Tak hanya itu, Waseh juga menyebutkan selama puluhan tahun pabrik tersebut beroperasi. Warga sekitar yang terkena dampak tidak diberikan kompensasi.

Warga lainnya, Mira mempertanyakan mengenai analisis dampak lingkungan (Amdal) yang dimiliki perusahaan tersebut.

Baca juga: Lahan Pertanian di Desa Junti Serang Diduga Tercemar Limbah, DLH: Uji Lab Dibatas Ambang Normal

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved