Breaking News:

Buruh Migran Asal Tangerang Tewas di Arab, Polisi Cari Bukti dalam Rumah Korban

Satgas TPPO Dit Reskrimsus Polda Banten mendalami kasus meninggalnya seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Marsih alias Jumhanah (42) di Ara

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Dit Reskrimsus Polda Banten mendalami kasus meninggalnya seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Marsih alias Jumhanah (42) di Arab Saudi.

“Penyidik dipimpin Kasubdit Renakta Kompol Herlia Hartarani mengeksplore informasi dengan mendatangi rumah korban kemarin,” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga dikutip dari group WhatsApp, pada Rabu (11/1/2023).

Baca juga: FAKTA Narapidana Kabur di Banten Terjadi Tiap Tahun Sejak 2020, Berikut Daftarnya

Menurut dia, penyidik telah mendatangi rumah korban di Kecamatan Gunung Kaler, Tangerang.

Polda Banten menerima informasi kematian Jumhanah didapat berdasarkan informasi dari adik korban bernama Cecep. 

Kabarnya, korban berangkat ke Arab Saudi sekitar Juni 2022 dan bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Namun pada 5 Januari 2023 lalu dinyatakan meninggal dunia tanpa informasi pasti penyebabnya," katanya.

Diakui pihak keluarga, korban sudah empat kali berangkat ke luar negeri.

Bahkan korban juga sempat pulang ke Indonesia pada Februari 2022. 

Atas kabar meninggalnya Jumhanah, pihak keluarga mengharapkan bantuan pemerintah.

Supaya bisa mengembalikan jenazah korban untuk dimakamkan di Gunung Kaler.

Selain itu kata Shinto, pihak keluarga juga menuntut hak-hak korban untuk dibayarkan selama bekerja 6 bulan di sana.

Shinto menyampaikan, dalam penyelidikan awal yang dilakukan oleh Polda Banten.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Banten 11 Januari, Cerah Berawan Sepanjang Hari Cocok Aktivitas di Luar

Satgas TPPO Ditreskrimum Polda Banten telah melakukan permintaan keterangan kepada orang tua, adik dan anak korban.

"Hasil penyelidikan kemarin memang masih belum signifikan," katanya.

Sehingga dibutuhkan pendalaman kembali terhadap siapa pihak yang merekrut korban.

Kemudian melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) mana korban berangkat ke luar negeri. 

"Pendalaman akan dilakukan dengan berbagai pihak, seperti imigrasi, BP2MI, Kementerian Luar Negeri juga atase kepolisian yang ada di Riyadh untuk mendalami informasi ini,” ungkapnya.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved