Pengamat Ekonomi Sarankan Pemerintah Ikut Cari Solusi Soal Pengurangan Karyawan PT Nikomas Gemilang

Pengamat ekonomi, Hadi Sutjipto, menyebutkan pemerintah harus ikut andil dan mencari solusi soal pengurangan karyawan di PT Nikomas Gemilang

Tayang:
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/PT Nikomas Gemilang
Pengamat ekonomi, Hadi Sutjipto, menyebutkan pemerintah harus ikut andil dan mencari solusi soal pengurangan karyawan di PT Nikomas Gemilang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pengamat ekonomi, Hadi Sutjipto, menyebutkan pemerintah harus segera ikut andil dan mencari solusi terkait pengurangan karyawan yang dilakukan oleh PT Nikomas Gemilang.

Sebelumnya, PT Nikomas Gemilang menawarkan pengunduran diri secara sukarela kepada 1.600 pegawainya.

Hadi menyebutkan, hal ini akan berdampak kepada jumlah pengangguran di Provinsi Banten.

"Baik Pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota ini harus segera berkordinasi karna 1.600 ini sudah termasuk besar," katanya saat di hubungi TribunBanten.com, Rabu (11/1/2023).

Baca juga: Humas PT Nikomas Gemilang Ungkap Alasan Penawaran Penguduran Diri Sukarela 1.600 Karyawan

Menurutnya tidak hanya itu, pemerintah juga harus segera melakukan antisipasi dini terkait resesi global yang mulai dirasakan oleh para pengusaha sepatu dan alas kaki.

"Agar tidak berdampak kepada perusahaan lainnya. ini harus segera dikoordinasikan dan diberikan solusi. Jika benar PHK ini terjadi," katanya akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini.

Selain itu, pemerintah juga segera melakukan koordinasi dengan asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) agar PHK ini tidak terjadi.

Dan dapat pula memberikan solusi terbaiknya, jika perusahaan memang telah mengambil keputusan itu.

Setelah perusahaan melakukan berbagi hal untuk tidak melakukan penguran karyawan. Seperti merumahkan karywan atau mengurangi jam kerja seperti sipnya, atau berhenti melakukan recrutment

"Kalau memang dari perusahaan sudah melakukan efisen untuk menekan pengurangan karyawan sekarang ini," katanya.

Maka Pemerintah dan Apindo harus memberikan solusi terkait bagaimana dampaknya nanti setelah berhenti mejadi karyawan.

"Ini harus dicarikan winwin solusinya, seperti merekomendasikan ke perusahaan lain yang juga bergerak dibidang yang sama," katanya.

Hadi menyebutkan, jika sidah menyentuh perusahaan alas kaki dan sepatu yang notabennya padat karya denagn banyaknya karyawan pasti akan berpengaruh dengan jumlah pengangguran di Banten.

"Pasti akan menambah jumlah penganguran di Banten. Karena pangsa pasarnya mereka itukan di negera Eropa," katanya

Dan hal ini tentu akan merebet dan berdampak pada resesi global yang terjadi di Eropa.

Namun memang, kata Hadi, dampak ini juga sebetulnya ada peluang yang dalap dirasakan oleh perusahaan-pusahan lain.

Baca juga: Bakal Kabur ke Jeteng, Al Muktabar Sebut PT Nikomas Gemilang Justru Buka Lowongan Baru di Banten

"Memang tidak semua perusahaan merasakan hal ini, seperti yang dirasakan oleh perusahaan batu bara yang justru sedang berkembang pesat saat ini," katanya.

Hal ini, menurutnya, memang tidak bisa di generalkan yang dampak dirasakan biasanya padat karya kalau padat modal memang ada tapi tidak signifikan.

"Meski pengurangan karyawan mengikuti peraturan tenaga kerjaan pesangonnya. Namun ini juga bisa menjadi pertanda PHK besar-besaran,"katanya

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved