Dijadikan Objek Wisata, Watertoren Rangkasbitung Jadi Khazanah Sejarah di Lebak

Watertoren Rangkasbitung yang merupakan bangunan cagar budaya saat ini statusnya sudah menjadi objek wisata sejarah.

Tayang:
Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
nurandi
Masterplan Watertoren sebagai identitas baru kota Rangkasbitung, Selasa (21/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Watertoren Rangkasbitung yang merupakan bangunan cagar budaya, saat ini statusnya sudah menjadi objek wisata sejarah.

Sebelumnya, bangunan tersebut tidak lagi berfungsi sebagai menara yang mengaliri air bersih ke wilayah Rangkasbitung.

Watertoren yang dibangun sekira tahun 1931 ini, akhirnya direvitalisasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak pada tahun 2022.

Revitalisasi Waterteron itu kini telah selesai, dan akan diresmikan pada tanggl 3 Februari 2023 mendatang.

Kabid Destinasi Disbudpar Lebak, Usep Suparno mengatakan, Waterteron merupakan objek wisata dan khazanah sejarah bagi Kabupaten Lebak.

"Keberadaan Watertoren Rangkasbitung menjadi wisata sejarah di Kota Rangkasbitung. Keberadaan wisata tersebut juga daya tarik dan cerita bagi wisatawan yang datang," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Watertoren Jadi Identitas Baru Rangkasbitung Lebak, Begini Masterplannya, Bak Wisata di Eropa

Dirinya melanjutkan dengan keberadaan wisata sejarah tersebut, dapat memberikan dan perkembangan bagi wisata di kota Rangkasbitung.

"Jadi dengan selesainya revitalisasi Watertoren Rangkasbitung, diharapkan bisa memberi warna bagi wisatawan," ujarnya.

Pantauan TribunBanten.com di dalam area wisata sejarah tersebut, bangunan klasik terlihat tampak dan tetap mempertahankan arsitektur bangunan awalnya.

Perubahan yang terjadi hanya pada cat, yang didominasi warga putih dan hitam.

Lantai bangunan juga masih menggunakan batu dengan mempertahankan model bangunan klasik.

Selain itu, area dalam bangunan makin memberi nyaman pengunjung dengan keberadaan tanaman hias serta informasi tentang sejarah Kota Rangkasbitung maupun Watertoren dalam lintasan sejarah dengan slogan

Sementara, Kepala Museum Multatuli Ubaidillah Mochtar mengatakan, Watertoren Rangkasbitung tersebut sudah ada sejak zaman Multatuli atau Douwes Dekker ada di Lebak.

"Saat Multatuli ada di Rangkasbitung, saat itu Kota Rangkasbitung membutuhkan pasokan air, dan dibangunlah Watertoren ini," katanya saat berada di kantornya.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved