Kunjungi Makam Walisongo Sunan Gresik, Ganjar Pranowo Bicara Soal Hubungan Ulama dan Umaro

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggap Sunan Gresik sebagai tauladan utama dalam hal menjalin hubungan antara ulama dan umara.

Editor: Ahmad Haris
Dok. Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggap Sunan Gresik sebagai tauladan utama dalam hal menjalin hubungan antara ulama dan umara. 

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggap Sunan Gresik sebagai tauladan utama, dalam hal menjalin hubungan antara ulama dan umara.

Keharmonisan hubungan dua pemuka tersebut, bagi Ganjar jadi syarat mutlak untuk memakmurkan masyarakat.

Makam Sunan Gresik jadi lokasi kedua, dalam rangkaian nyadran Ganjar dan istri setelah menziarahi makam Sunan Ampel.

 

 

Waliyullah yang bernama Maulana Malik Ibrahim tersebut merupakan tokoh permulaan Walisongo.

Lahir di Samarkand, Malik Ibrahim diajak ayahandanya untuk dakwah di Tanah Jawa, dan akhirnya diterima dengan baik oleh pemimpin Majapahit, penguasa Jawa waktu itu.

Diterimanya Malik Ibrahim di lingkaran kerajaan, tidak terlepas dari keramahan dakwahnya dan dicintai masyarakat yang sebagian besar belum memeluk Islam.

Baca juga: Begitu Tiba di Gerbang Makam Sunan Ampel Surabaya, Ganjar Dikerubungi Peziarah

Sebagaimana dikisahkan dalam banyak literatur, Malik Ibrahim mengawali dakwah dengan cara membuka pergaulan seluas-luasnya di kawasan pesisir Gresik.

Begitu mendapat banyak kepercayaan dari masyarakat setempat, Malik Ibrahim banyak melakukan dakwah lewat jalur perdagangan.

Dari situlah dia akhirnya juga diterima pihak kerajaan.

"Cara dakwah beliau selalu menginspirasi sampai saat ini bagaimana beliau berdakwah dengan baik, dengan ramah dan akhirnya bisa menjalin hubungan baik dengan penguasa waktu itu," kata Ganjar, Sabtu (18/3).

Apa yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim tersebut, lanjut Ganjar masih terasa melalui dakwah para ulama Tanah Air saat ini.

Bahkan, relasi ulama dan umara, seperti yang dicontohkan Malik Ibrahim dalam membangun masyarakat masih diterapkan hingga kini.

"Kami bisa melihat bagaimana Habib Luthfi bin Yahya. Selain berhubungan dengan umara, beliau juga sangat konsen ketika masyarakat menghendaki beliau dalam setiap persoalan dan tidak melulu persoalan ibadah keagamaan," kata Ganjar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved