Profil Raden Ayu Lasminingrat, Sastrawan dan Tokoh Pejuang Wanita yang Ada di Google Doodle Hari Ini

Inilah profil Raden Ayu Lasminingrat, tokoh pejuang wanita yang ada di Google Doodle hari ini, Rabu (29/3/2023)

Editor: Siti Nurul Hamidah
Google Doodle
Inilah profil Raden Ayu Lasminingrat, tokoh pejuang wanita yang ada di Google Doodle hari ini, Rabu (29/3/2023) 

Salah satu karyanya adalah buku Carita Erman yang merupakan terjemahan dari Christoph von Schmid, dan kemudian Warnasari atawa roepa-roepa dongeng.

Kedua karya tersebut menjadi salah satu buku pelajaran bukan hanya di Garut, tetapi juga tersebar hingga daerah luar Jawa yang diterjemahkan dalam bahasa Melayu.

Setelah menikah dengan Bupati, perhatian Lasminingrat beralih ke bidang pendidikan khususnya pendidikan untuk perempuan.

Baca juga: Mengenal Sosok Donald Pandiangan di Google Doodle, Atlet Panahan Legendaris yang Dijuluki Robin Hood

Hal ini diwujudkan dengan mendirikan Sekolah Kautamaan Puteri pada tahun 1911 setelah berhasil mendukung usaha Dewi Sartika mendirikan Sakola Kautamaan Putri.

Meskipun jarang dikenal, Lasminingrat disebut oleh "Sang Pemula" sebagai pribadi perempuan yang berada di luar zamannya.

Pada usia 32 tahun, ia berhasil menyadur banyak cerita karya Grimm yang populer di Eropa.

Tujuan penyadurannya adalah agar kaumnya dapat membaca karya-karya penulis Eropa tersebut dan mengambil hikmahnya oleh kaum perempuan Sunda.

Kumpulan sadurannya itu kemudian diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1875 oleh percetakan milik pemerintah, Landsdrukkerji, dengan judul Tjarita Erman.

Pada tahun berikutnya atau tahun 1876, terbit karyanya yang kedua yang diberi judul Warnasari atawa Roepa-roepa Dongeng.

Saat Lasminingrat berkarya pada tahun 1875, tokoh wanita seperti RA Kartini, Raden Dewi Sartika, dan Rahman El-Yunusiyah, yang telah diangkat oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional, belum lahir.

Baca juga: Mengenal Asal Tempe Mendoan yang Muncul di Google Doodle Hari Ini

Namun, namanya tidak pernah disebut baik dalam sejarah pergerakan kaum perempuan atau wanita, maupun dalam sejarah nasional Indonesia.

Namanya tenggelam dibawah nama ketiga tokoh tersebut, bahkan kalah tenar dengan tokoh wanita lainnya yang muncul setelah ketiga tokoh tadi.

Namun, Lasmingrat praktis tidak pernah kedengaran, Namanya tidak pernah disebut baik dalam sejarah pergerakan kaum perempuan atau Wanita, maupun dalam sejarah Nasional Indonesia.

Namanya tenggelam di bawah nama ketiga tokoh tersebut, bahkan kalah tenar dengan tokoh wanita-wanita lainnya yang muncul setelah ketiga tokoh tadi.

Namun ternyata karyanya tidak ikut tenggelam, baik yang berupa tulisannya yang masih banyak ditemukan sebagai buku bacaan di Sekolah Rakyat atau Sekolah Dasar di Jawa Barat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved