Mario Dandy Pasang Wajah Datar saat Disinggung Ayahnya Jadi Tersangka KPK, Tak Merasa Bersalah?

Terekam gelagat Mario Dandy (20) saat dicecar pertanyaan awak media terkait penetapan status tersangka sang ayah, Rafael Alun Trisambodo.

Kolase Tribun/TribunJakarta.com
Mario Dandy Satriyo (20) dan Shane Lukas (19) selesai diperiksa sebagai saksi dalam sidang perkara penganiayaan berat berencana terhadap Cristalino David Ozora (17) dengan terdakwa anak berinisial AG (15), di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jaksel, Selasa (4/4/2023). 

TRIBUNBANTEN.COM - Terekam gelagat Mario Dandy (20) saat dicecar pertanyaan awak media terkait penetapan status tersangka sang ayah, Rafael Alun Trisambodo.

Saat itu, Mario Dandy yang merupakan tersangka penganiayaan David Ozora (17), tengah melangkah keluar menuju mobil tahanan.

Mario yang berjalan keluar bersama tersangka lainnya, Shane Lukas hanya membisu enggan menanggapi pertanyaan wartawaan.

Diketahui, sang ayah Rafael Alun Trisambodo ikut terjerat hukum akibat ulah Mario Dandy yang menganiaya David.

Akibat perkelahian itu, publik menyoroti siapa ayah dari anak yang berlagak arogan ini.

Baca juga: Ibunda Mario Dandy Muncul, Nangis-nangis Minta Maaf ke Keluarga David: Bapak Ibu Saya Minta Maaf

Ternyata, harta yang dimiliki sang ayah sebagai pejabat pajak tak wajar.

Selidik punya selidik, Rafael ternyata diduga menerima banyak gratifikasi selama bertahun-tahun.

Saat keluar dari sebuah pintu, Mario tampak mengangkat tangan kanannya. Barangkali sebagai tanda agar wartawan menyingkir dari jalannya.

Kepalanya lalu menunduk, wajahnya pun terlihat datar. Tak ada raut kesedihan saat wartawan menanyai soal status sang ayah.

Meski tak ada sama sekali kata yang keluar dari mulut Mario, wartawan terus menguber Mario sampai ke arah mobil tahanan menunggu.

Terlihat hanya satu polisi wanita saja yang mencoba mengawal Mario. Polwan itu seakan tak berdaya menahan rombongan wartawan yang mengekor Mario.

Lensa camera terus menyorot ke wajah Mario Dandy dan Shane Lukas. Namun, wartawan hanya mendapatkan gambar tanpa bisa mengutip penjelasan mereka di ruang sidang.

Mario pun akhirnya bisa masuk ke dalam mobil tahanan dan pergi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Diberitakan sebelumnya, sidang perkara penganiayaan berencana terhadap Cristalino David Ozora (17) dengan terdakwa anak berinisial AG (15) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2023).

Berikut ini spesifikasi dan harga sepatu Mario Dandy, tersangka penganiayaan David Ozora. Sepatu Mario Dandy menjadi sorotan netizen saat dipakai di rekonstruksi kasus penganiayaan David Ozora di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/3/2023). Ketika itu, Mario Dandy memakai sepatu merek Nike Fly.By Mid 2 berwarna hitam
Berikut ini spesifikasi dan harga sepatu Mario Dandy, tersangka penganiayaan David Ozora. Sepatu Mario Dandy menjadi sorotan netizen saat dipakai di rekonstruksi kasus penganiayaan David Ozora di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (10/3/2023). Ketika itu, Mario Dandy memakai sepatu merek Nike Fly.By Mid 2 berwarna hitam (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: Rafael Alun Ingin Mario Dandy Tobat, Minta Sang Putra Doakan David Ozora: Sebut Namanya dalam Hati

Pada sidang hari ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal menghadirkan beberapa saksi.

"Agenda pemeriksaan saksi ahli sekaligus pemeriksaan anak AG," kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Reza Prasetyo Andono kepada wartawan.

AG juga akan dipertemukan kembali dengan tersangka Mario Dandy Satriyo (20) yang diperiksa sebagai saksi.

Tersangka lainnya, Shane Lukas (19), juga akan diperiksa sebagai saksi.

"Pelaku lain juga kita agendakan . Mario dan Shane kita hadirkan sebagai saksi di persidangan," ujar dia.

Diketahui, AG didakwa dengan Pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan berencana.

"Dakwaan kedua primer Pasal 355 ayat (1) jo Pasal 56 ke-2 KUHP," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi, Rabu (29/3/2023).

Selain itu, jelas Syarief, AG juga didakwa Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak.

Adapun peristiwa penganiayaan ini terjadi di Komplek Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dalam video yang viral di media sosial, tersangka Mario Dandy Satriyo menganiaya David secara brutal.

Rekonstruksi penganiayaan David yang dilakukan oleh Mario Dandy
Rekonstruksi penganiayaan David yang dilakukan oleh Mario Dandy ((YouTube Kompas TV))

Baca juga: Rafael Alun Peluk Mario Dandy yang Menangis saat Bertemu, Akui Sudah Maafkan Sang Putra: Konsekuensi

Mario memukul, menendang, dan menginjak kepala David hingga korban menderita luka serius dan sempat mengalami koma.

Mario mengawali aksi penganiayaan brutalnya dengan menyuruh David push up sebanyak 50 kali.

"Tersangka MDS menyuruh anak korban D push up 50 kali. Karena korban tidak kuat, dan hanya sanggup 20 kali," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary saat jumpa pers, Jumat (24/2/2023).

Selanjutnya, Mario menyuruh David memeragakan sikap tobat atau berlutut dengan kedua tangan di belakang.

Saat itu, David menyampaikan tidak bisa memeragakan sikap tobat. Mario pun meminta rekannya, Shane Lukas (19), untuk mencontohkan sikap tobat.

"Kemudian anak korban D juga tidak bisa, sehingga MDS menyuruh korban untuk mengambil posisi push up sambil tersangka S melakukan perekaman video dengan menggunakan HP milik tersangka MDS," ujar Kapolres.

Ketika David dalam posisi push up, Mario menendang, memukul hingga menginjak kepala korban.

Di sisi lain peran tersangka Shane Lukas adalah merekam aksi penganiayaan Mario. Sedangkan pelaku AG memfasilitasi pertemuan antara Mario dan korban.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, penyidik menemukan bukti bahwa penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Cs kepada David sudah direncanakan sejak awal.

"Kami melihat di sini bukti digital bahwa ini ada rencana sejak awal. Pada saat menelepon SL kemudian ketemu SL, pada saat di mobil bertiga, ada mensrea atau niat di sana," ungkap Hengki saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2023).

Salah satu bukti yang ditemukan adalah chat atau percakapan Whatsapp (WA).

"Setelah kami adakan pemeriksaan, kami libatkan digital forensik, kami temukan fakta baru dan bukti baru, ada chat WA," kata Hengki.

Selain itu, lanjut Hengki, polisi juga menemukan bukti lain seperti video di handphone (HP) dan rekaman CCTV.

Dengan bukti-bukti tersebut, polisi dapat melihat secara jelas peran dari masing-masing tersangka dan pelaku.

"Video yang ada di HP, CCTV di TKP sehingga kami bisa liat peranan masing-masing orang. Kami komitmen semua yang salah harus dihukum, meskipun anak secara formil ini diatur di Undang-Undang peradilan anak," ungkap Hengki.

Mario dan Shane disangkakan Pasal 355 KUHP ayat 1 subsider Pasal 354 ayat 1 KUHP subsider Pasal 353 ayat 2 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP dan atau Pasal 76 C jo 80 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

Sedangkan AG dijerat Pasal 76 C jo Pasal 80 UU Perlindungan Anak dan atau Pasal 355 ayat 1 jo Pasal 56 subsider Pasal 354 ayat 1 jo 56 subsider Pasal 353 ayat 2 jo 56 subsider Pasal 351 ayat 2 jo 56 KUHP.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Wajah Datar Mario Dandy Ditanya Sang Ayah Jadi Tersangka KPK: Hanya Membisu Masuk Mobil Tahanan

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved