Kafe Buka Saat Ramadan, Dua Wanita Muda LC Karaoke Ditelanjangi dan Diceburkan ke Laut

Viral sebuah video yang menunjukan sekelompok warga melakukan persekusi terhadap dua orang perempuan yang diduga pemandu karaoke atau ladies companion

Editor: Abdul Rosid
komnasperempuan.go.id
Ilustrasi kekerasan. Dua perempuan pemandu karaoke dipersekusi warga lantaran kafe buka saat Ramadan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Viral sebuah video yang menunjukan sekelompok warga melakukan persekusi terhadap dua orang perempuan yang diduga pemandu karaoke atau ladies companion (LC).

Dugaan persekusi terhadap dua LC terjadi di di Lengayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dalam video tersebut, tampak dua perempuan diarak warga, diceburkan ke laut, hingga ditelanjangi.

Kapolsek Lengayang Iptu Gusmanto mengatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui pemicu adanya persekusi tersebut.

Baca juga: Jadi Tren di Bulan Ramadan, Pembelian Fashion Muslim Meningkat 9x Lipat di E-Commerce Ini

Namun, dia mengetahui bahwa kafe-kafe dan tempat hiburan malam yang ada di kawasan Lengayang sudah diimbau untuk tidak buka saat Ramadan

“Sekarang ini kita belum tahu pemicu dan penyebab, awalnya seperti apa, kita belum tahu. Kita akan dalami nanti,” kata Gusmanto kepada Kompas TV, Rabu (12/4/2023).

“Sebelum puasa itu kita sudah mendatangi kafe-kafe yang ada di situ untuk menyampaikan kepada mereka untuk tidak beroperasi dulu saat Ramadan,” jelas dia.

Gusmanto menjelaskan, dua perempuan yang jadi korban persekusi dan pelaku sempat sepakat untuk tidak saling menuntut.

“Setelah kejadian, di antara masyarakat dengan dua wanita sudah ada kesepakatan untuk tidak saling menuntut. Namun sekarang, yang jadi masalah adalah karena videonya beredar," jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Hendra Yose mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya persekusi yang dilakukan sekelompok massa terhadap dua perempuan.

Hendra Yose menjelaskan, insiden tersebut terjadi setelah warga menemukan adanya kafe yang buka di bulan Ramadan saat kegiatan sweeping.

Baca juga: Wanita Cantik yang Disebut Keponakan Ida Dayak Buka Suara, Akui Syok Dirinya Mendadak Viral: Sakti

“Faktor karena (perempuan) di kafe yang buka juga saat bulan Ramadan, sehingga masyarakat marah,” kata Hendra, Rabu (12/4/2023), dikutip dari Warta Kota.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Pihaknya juga belum mengetahui dan belum dapat memastikan berapa warga yang terlibat dalam persekusi pemandu karaoke tersebut.

“Untuk berapa orang yang terlibat, masih dalam penyelidikan, masih dalam proses,” jelas dia.

“Ikuti prosedur lidik dan sidik, setelah itu gelar (perkara). Setelah ditemukan pelaku, baru kami upayakan paksa (penangkapan),” tambah Hendra.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved