Kapal Feri Terbakar di Merak

Lima Fakta Kebakaran Kapal Feri di Perairan Merak Banten, Api Diduga dari Mobil Terbakar

Berikut ini lima fakta kebakaran kapal feri di Perairan Merak Banten pada Sabtu (6/5/2023) siang.

|
Editor: Glery Lazuardi

Lanjut dia, penumpang yang sakit rata-rata mengalami syok.

Sedangkan yang dilarikan ke RS Krakatau Steel mengalami patah tulang dan sesak nafas.

"Ada satu yang patah tulang, yang dua desa nafas."

"Karena saling sikut gitu pas proses evakuasi," ungkapnya.

Istianah menyebut, dari hasil identifikasi sementara tidak ada penambahan korban.

"Kemungkinan tidak ada korban lagi, kita juga masih terus melakukan pemeriksaan ke yang lain," pungkasnya.

Baca juga: Kesaksian Penumpang Kapal Terbakar di Perairan Merak: Sumber Api Jelas dari Bus Berpelat Merah

Korban Terpaksa Tidur di Lantai

Korban KMP Royce 1 yang terbakar di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, tercecer di Pelabuhan Merak.

Pantauan TribunBanten.com, para penumpang kapal milik PT Damai Lintas Bahari (DLB) ini terpaksa tidur di ruang tunggu Pelabuhan Merak.

Masing-masing dari mereka terlihat tidur di atas lantai menggunakan tikar, serta ada juga yang tertidur di velbed dan kursi.

Seorang penumpang, Ahmad Rosadi (43) mengaku terpaksa tidur di ruang tunggu karena menunggu kabar terkait kendaraannya.

"Nginep di sini, karena menunggu kabar kendaraan saya. Mau balik ke Subang jauh, ke Lampung kayak gini. Paling gimana besok," kata Rosadi, Sabtu (6/5/2023).

Plh Sekda Banten, Virgojanti meminta pihak perusahaan bertanggung jawab pada penumpang. 

Dia memastikan, para penumpang akan menginap di hotel yang sudah disiapkan.

"Owner kapal harus bertanggung jawab pada penumpang, untuk bisa mengantar penumpang ke hotel," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved