Idul Adha 2023
Sejarah dan Awal Perintah Berkurban di Hari Raya Idul Adha
Umat Islam di dunia dalam waktu dekat ini akan menyabut Lebaran Haji. Lantas bagaimana sejarah dan awal perintah berkurban di hari raya Idul Adha?
Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
TRIBUNBANTEN.COM - Umat Islam di dunia dalam waktu dekat ini akan menyabut Lebaran Haji. Lantas bagaimana sejarah dan awal perintah berkurban di hari raya Idul Adha?
Idul Adha atau juga biasa disebut Idul Kurban diperingati setiap tanggal 10 Zulhijjah.
Perayaan Idul Adha memiliki sejarah penting bagi umat Islam di dunia.
Terlebih, sejarah berkurban yang dianjurkan dalam Islam saat hari raya Idul Adha.
Baca juga: Contoh Khutbah Idul Adha 2023 Singkat Penuh Makna Tema Keutamaan Kurban Bagi Orang Beriman
Sebelum masuk ke sejarah kurban, Ibadah kurban bisa dimaknai dengan sebuah bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Perintah untuk berkurban ini telah digariskan oleh Allah SWT dalam Alquran:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2).
Sejarah Idul Adha Berawal dari Kisah Nabi Ibrahim dan Putranya
Perayaan hari raya Idul Adha tidak lepas dari pemotongan hewan kurban.
Asal mula kurban berawal dari lahirnya nabi Ismail A.S. Pada saat itu dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim A.S tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ash-Shafaat (37) : 100).
Sewaktu Nabi Ismail A.S mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim A.S mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya.
Mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara turunnya wahyu Allah SWT, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim A.S.
Nabi Ibrahim A.S pun akhirnya menyampaikan isi mimpinya kepada Ismail untuk melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail.
Baca juga: Hari Raya Idul Adha 1444 H Jatuh pada Tanggal? Ini Jawaban Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat: 102)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/idul-adha-1442-h.jpg)