Gerakan Dulur Penting Jadi Jurus BKKBN Tekan Angka Stunting di Banten
Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi menyampaikan bahwa dalam mengatasi persoalan stunting, pihaknya telah meluncurkan berbagai macam program
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten terus melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi menyampaikan bahwa dalam mengatasi persoalan stunting, pihaknya telah meluncurkan berbagai macam program.
Di antaranya program dapur sehat atasi stunting (DASHAT), bapak asuh anak stunting (BAAS) dan peluncuran aplikasi ELSIMIL.
Baca juga: BKKBN Bersama Tribun Banten Gelar Semesta Cegah Stunting Cukup Dengan Dua Telur
Kemudian pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pembentukan satgas percepatan penurunan stunting di setiap provinsi dan pemebntukan Tim Pendamping Keluarga.
"Kalau di BKKBN Banten sendiri, kita punya inovasi yang namanya butik antik dan dulur penting atau donasi telur peduli stunting," ujarnya saat di acara Semesta Cegah Stunting di kantornya, Rabu (31/5/2023).
Dulur penting sendiri merupakan aksi nyata mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten.
Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Menurunkan Angka Stunting di Kabupaten Pandeglang
Dalam bentuk kegiatan donasi telur dan mendistribusikannya bagi sasaran berisiko stunting.
Dalam program ini, siapapun dapat terlibat langsung menjadi donatur maupun relawan yang berperan dalam mengkolektifkan atau menyalurkan telur.
Disampaikan Rusman, program dulur penting yaitu sebagai salah satu inovasi yang dikeluarkan oleh perwakilan BKKBN Provinsi Banten.
Baca juga: BKKBN Ajak Jurnalis untuk Berperan Dalam Percepatan Penanganan Stunting di Banten
Program tersebut diluncurkan utuk menjawab berbagai dinamika upaya percepatan penurunan stunting.
Hingga saat ini, jumlah donasi telur yang diterima 1.025 kilo gram telur.
Sementara jumlah telur yang disalurkan sudah mencapai 14.076 butir telur yang tersebar di 7 kabupaten/kota di 38 Kecamata di Banten.
"Dengan jumlah keluarga beresiko stunting yang menerima donasi sudah 2.271 keluarga beresiko stunting," ungkapnya.
Selain itu, Rusman juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki warung dulur penting di 3 lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Bhdhhdyd637377.jpg)