Upacara di Alun-alun Pancasila, Ada Patung Garuda Megah dari Kuningan yang Menghadap Gunung Merapi
Alun-alun Pancasila tersebut dilengkapi dengan patung Garuda yang megah dengan ukuran 10x11 meter
Bupati Boyolali, M Said Hidayat, mengatakan pihaknya telah melaksanakan amanat dari gubernur, yaitu menggali potensi desa masing-masing demi meraih kemakmuran warganya.
"Kami membangun Alun-alun Pancasila. Amanat dari gubernur kepada kepala desa adalah menggali potensi kami. Selain itu, kami juga meminta gubernur untuk menorehkan tanda tangan pada prasasti sebagai peresmiannya," kata Said.
Kepala Desa Cepogo, Mawardi, mengaku pemerintah desanya telah merespons ajakan dari gubernur untuk menggali sejarah desa.
Bahkan, sejarah desa mereka telah dimasukkan dalam buku Boyolali Kaya Cerita yang merupakan program dari pemerintah kabupaten.
"Desa Cepogo ini terdapat dalam buku Boyolali Punya Cerita, di mana kami memberikan kontribusi mengenai sejarah kerajinan logam," ucapnya.
Menurut Mawardi, pihaknya menuangkan sejarah ini dalam bentuk cerita mengenai awal pembuatan kerajinan logam saat masa Kerajaan Mataram.
Baca juga: Mengenal Golok Ciomas, Hadiah Relawan di Banten untuk Ganjar: Berjuang demi Kemenangan Pilpres 2024
Sejarah kerajinan logam di desanya sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram.
Pada waktu itu, logam di desanya hanya digunakan untuk peralatan rumah tangga.
Namun, sekarang telah dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan yang beragam.
"Ini telah tertuang dalam buku untuk terus mempelajari cerita masa lalu, karena ini adalah era Mataram, khususnya pada masa pemerintahan Amangkurat I, dan berlanjut hingga sekarang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ganjar-upacara-pancasila.jpg)