Warga Cikande Serang Ungkap Ledakan di Pabrik PT Citra Buana Pasta Sering Terjadi

Warga di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang mengungkap ledakan di pabrik PT Citra Buana Pasta sering terjadi.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
Kolase TribunBanten.com/Engkos Kosasih/TribunTangerang
Tungku di pabrik PT Citra Buana Pasta di Kawasan Industri Pancatama, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, meledak, pada Jumat (3/6/2023). Akibat ledakan itu, api kebakaran disebut sempat berkobar hebat, bahkan warga sekitar mengaku merasakan getaran akibat ledakan itu. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Warga di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang mengungkap ledakan di pabrik PT Citra Buana Pasta sering terjadi.

Rumah Tarti (37) di Kampung Gambar, Desa Leuwilimus terletak percis di belakang pabrik PT Citra Buana Pasta.

Akibat ledakan yang bersumber dari tungku blower rumah Tarti dan warga lainnya mengalami kerusakan. ringan pada bagian plafon, kaca jendela dan genteng.

Baca juga: 12 Rumah Warga Cikande Serang Banten Rusak Terdampak Ledakan PT Citra Buana Pasta

Tartri menceritakan, ledakan di abrik pengolah aluminium pasta ini mulai terjadi pada tahun 2021.

Lama tak meledak pada Jumat (2/6/2023) kembali meledak hingga membuat warga panik.

"Sebetulnya pernah empat kali meledak. Cuma yang paling parah tiga dengan ledakan ini," kata Tarti kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (3/6/2023).

Diketahui, ledakan terjadi pada tungku pabrik PT Citra Buana Pasta di Kawasan Industri Pancatama, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Jumat (2/6/2023) sore.

Baca juga: Ledakan Tabung Elpiji Marak Terjadi, Kenali Lima Ciri Regulator Gas Aman yang Wajib Diketahui

Suara ledakan terdengar keras hingga membuat warga di belakang pabrik panik.
Selain itu, ledakan itu juga menimbulkan getaran yang membuat 12 rumah warga rusak.

Dalam ledakan tersebut dua orang karyawan pabrik mengalami luka bakar hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Ciruas.

Tarti menyebut ledakan tahun 2021 dia dan warga lainnya mendapat kompensasi perbaikan rumah dari pihak perusahaan.

"Yang ini mah enggak tahu, soalnya sampai sekarang belum ke rumah kita manajemen pabrik nya," ungkap Tarti.

Tarti menyebut tidak ada warga yang menjadi korban. Namun dia mengaku resah ledakan di pabrik tersebut kembali terjadi.

"Rumah saya sudah beberapa kali diperbaiki akibat ledakan. Kalau gini terus kan cape, harusnya bisa diantisipasi oleh perusahaan jangan sampai ada ledakan lagi," pungkasnya.

TribunBanten.com sudah berusaha untuk melakukan konfirmasi, tetapi manajemen perusahaan belum dapat memberikan keterangan.

Menurut salah seorang karyawan pabrik yang ditemui di depan gerbang pabrik menjelaskan bahwa pihak manajemen tidak ada di pabrik.

"Nanti aja soalnya koh Darwin nya tidak ada. Kayaknya ke Polres (Serang) kalalu enggak ke RS Hermina," singkatnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved