Harga Telur dan Daging Ayam di Banten Naik Jelang Idul Adha, Berikut Alasannya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Aan Muawanah mengatakan harga telur dan daging ayam naik menjelang Idul Adha 1444 H/2023.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Ilustrasi penjual telur. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Aan Muawanah mengatakan harga telur dan daging ayam naik menjelang Idul Adha 1444 H/2023. Menurut dia, kenaikan harga telur dan daging ayam itu karena terjadi masalah dalam permintaan dan penawaran. Selain itu, kata dia, banyak masyarakat yang melakukan syukuran saat musim Haji. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Aan Muawanah mengatakan harga telur dan daging ayam naik menjelang Idul Adha 1444 H/2023.

Menurut dia, kenaikan harga telur dan daging ayam itu karena terjadi masalah dalam permintaan dan penawaran.

Selain itu, kata dia, banyak masyarakat yang melakukan syukuran saat musim Haji.

"Yang paling praktis telur, daging ayam. Sementara kondisi di perternakan tidak bertambah," kata dia di kantornya, Selasa (13/6/3023).

Baca juga: Operasi Pasar Digelar di Kota Serang, Telur dan Daging Ayam Dijual Sesuai Harga Eceran

Dia memastikan kebutuhan dan ketersediaan pangan di Banten aman.

"Secara garis besarnya Provinsi Banten dari Januari sampai Desember itu insyallah aman untuk pangan," ujarnya.

Aan menyebut bahwa kebutuhan pangan di Banten, tidak bisa digeneralisir harus tersedia semua.

Namun pihaknya memastikan sejumlah komoditas pangan di Banten aman hingga satu sampai tiga bulan ke depan.

Sehingga pada Hari Raya Idul Adha nanti, Aan memastikan kebutuhan pangan di Banten aman.

"Tapi kembali lagi antara supply dan demand kadang seperti saat ini ya. Untuk (harga,-red) telur dengan daging ayam itu (sempat naik,-red)," katanya.

Kemudian mengenai dampak cuaca ekstream dari El Nino yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut Aan, di Banten tidak termasuk ke dalam resiko yang tinggi.

"Karena dinyatakan iklim di Provinsi Banten cukup baik. Tetapi kita tidak tahu namanya iklim kan suatu saat bisa berubah, tetap saja mitigasi risiko harus kami lakukan dan bagaiman antisipasi yang harus dilakukan bila itu terjadi," ungkapnya.

Sebagai antisipasi adanya dampak tersebut, diakui Aan pihaknya telah mendorong secara masif kelompok-kelompok wanita tani atau melalui ibu-ibu PKK.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved