Bahayakah Bermain Gim Online? Praktisi Beberkan Sisi Lain Permainan di Dunia Digital
Bahayakah Bermain Gim Online? Praktisi Beberkan Sisi Lain Permainan di Dunia Digital
TRIBUNBANTEN.COM - Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemain video game terbanyak ketiga di dunia.
Ini berdasarkan laporan We Are Social.
Laporan itu mencatat 94,5 persen pengguna internet berusia 16-64 tahun Indonesia yang memainkan video game per Januari 2022.
Baca juga: Kisah Gamers Zailani, Penggila Gim Online yang kini Sukses Memulai Usaha dari Hobi
Bahayakah Bermain Gim Online?
Bermain gim online bak pedang bermata dua.
Di satu sisi mempunyai manfaat, namun di sisi lain menimbulkan kerugian.
Praktisi gim Andi membeberkan sisi lain permainan di dunia digital.
Pertama, kata dia, bermain gim online melatih kecerdasan otak untuk memecahkan suatu masalah.
“Masalah terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, tanpa terkecuali. Itulah mengapa seseorang perlu melatih diri dalam bersikap tenang dan bijak dalam menghadapi masalah,” kata dia, pada Rabu (12/7/2023).
Melalui bermain gim online, kata dia, seseorang dapat berpikir jenih sehingga menemukan solusi yang tepat untuk menangani masalah yang ada
Selain itu, dia melanjutkan, bermain gim online dapat membuat seseorang secara tidak langsung melatih berpikir kritis dalam menangani permasalahan yang dihadapi sehari-hari.
Jika permainan gim online memerlukan sejumlah biaya, kata dia, pemain dapat mempertimbangkan secara matang.
Sebab, kata dia, membutuhkan proses berpikir matang sebab uang yang dimiliki jumlahnya tentu terbatas.
Dia menjelaskan, pemain akan menghadapi potensi untung dan rugi dalam setiap permainan.
Baca juga: Kecanduan Gim Online, Pria di Bengkulu Habiskan Uang Kurban Rp 75 Juta, 35 Warga Gagal Potong Sapi
Sehingga, dia melanjutkan, pemain melatih insting untuk mengenali potensi untung dan rugi dalam kehidupan sehari-hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-gim-online-kolase-tribun-banten.jpg)